Sistem Tanam Rumput Laut Terjadwal, Untungkan Pembudidaya

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Masa tanam budidaya rumput laut putih atau spinosum selama satu bulan jadi tumpuan warga pesisir Ketapang, Lampung Selatan (Lamsel). Maman, pembudidaya rumput laut spinosum atau Eucheuma spinosum di perairan Desa Legundi menyebut penanaman terjadwal menjadikan ia selalu mendapat keuntungan.

Permintaan rumput laut menurut Maman berasal dari sektor industri kosmetik, kesehatan dan makanan. Selain itu permintaan dari pemilik usaha kuliner selalu stabil meski volume menyesuaikan kebutuhan. Sistem tanam terjadwal dilakukan olehnya dengan membuat jalur penanaman berbeda waktu. Sebab rumput laut merupakan salah satu tanaman yang bisa dipanen dengan cepat.

Pada kondisi normal Maman menyebut rumput laut spinosum bisa dipanen usia sebulan. Namun untuk kebutuhan mendesak bagi sektor usaha kuliner usia dua pekan rumput laut bisa dipanen. Secara khusus pada masa bulan puasa ramadan tingkat kebutuhan rumput laut meningkat hingga Idul Fitri. Penanaman terjadwal membuat ia bisa mendapat keuntungan melimpah.

“Satu bulan sebelum puasa ramadan pembudidaya rumput laut sudah memiliki stok sebanyak dua ton dalam kondisi kering dan basah bisa mencapai satu ton,artinya kebutuhan selalu terpenuhi,” terang Maman saat ditemui Cendana News di Pantai Legundi, Kamis (14/5/2020).

Maman menambahkan stok dua ton tersebut sebagian dikirim ke pengepul untuk dibawa ke pabrik. Meski permintaan ekspor sementara tertunda namun ia menyebut pengepul memenuhi permintaan pabrik lokal. Rumput laut yang akan diambil bagian ragi bahan agar agar banyak dibutuhkan jelang Idul Fitri. Sejumlah pemilik usaha kuliner menjadi konsumen tetap selama ramadan.

Penanaman rumput laut secara terjadwal memberinya kesempatan menyiapkan stok yang banyak. Saat rumput laut selesai dikeringkan dengan cara dijemur penyimpanan dilakukan pada plastik kedap udara. Penyimpanan yang sempurna membuat rumput laut tahan lama. Harga rumput laut yang stabil Rp10.000 per kilogram menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

“Saat proses pemanenan akan diiringi dengan penggantian bibit baru dan disiapkan stok rumput laut kering bagi pelanggan,” cetusnya.

Maidun, pembudidaya rumput laut di Desa Legundi Kecamatan Ketapang Lampung Selatan menjemur rumput laut spinosum yang akan dijual ke pemilik usaha kuliner selama Ramadan, Kamis (14/5/2020). -Foto Henk Widi

Maidun, pemilik sekitar seratus jalur tali untuk budidaya rumput laut mengaku penanaman dilakukan sang anak. Ia bertugas melakukan pemanenan, pengikatan bibit rumput laut hingga penjemuran. Pola tanam terjadwal menurutnya menjadi solusi agar petani budidaya rumput laut memiliki sumber penghasilan. Sebab investasi menghasilkan akan diperoleh saat rumput laut rutin berproduksi.

“Produksi rumput laut akan bernilai uang jika sudah kering sehingga bisa disimpan untuk dijual sewaktu waktu,” terang Maidun.

Siklus budidaya rumput laut membuat ia selalu memiliki persediaan dalam kondisu basah hingga kering. Sebagian pembudidaya rumput laut di pesisir timur Lamsel sebagian bahkan membeli bibit darinya. Sebab perkilogram bibit rumput laut basah hanya dijual seharga Rp3.000. Saat dipanen dalam kondisi kering harga mencapai Rp10.000.

Selama masa ramadan rumput laut jadi bahan favorit pembuatan es campur. Sejumlah pemilik usaha kuliner untuk menu berbuka puasa (takjil) dipastikan selalu bisa mendapat rumput laut. Sebab selain di Desa Legundi,sejumlah warga di Desa Tridharmayoga, Desa Ketapang dan Desa Ruguk melakukan budidaya rumput laut di pesisir pantai.

Maya dan Ismi merupakan warga yang memanfaatkan masa bulan Ramadan untuk menjual menu berbuka puasa. Maya menyebut menyediakan bahan baku pembuatan es buah berupa timun suri, semangka, durian, melon, rumput laut berikut sirup dan susu kental manis. Semua bahan tersebut disediakan bagi warga yang akan membuat es campur untuk hidangan berbuka puasa.

“Saya hanya berjualan bahan es campur selama ramadan dan rumput laut jadi favorit warga dijual dalam kondisi kering,” cetusnya.

Ismi, pedagang es campur mengaku lima tahun silam sulit memperoleh rumput laut. Sebab kebutuhan rumput laut didatangkan dari wilayah Jawa. Semenjak di pesisir timur Ketapang banyak warga membudidayakan rumput laut, pembuatan es campur semakin lengkap. Kesegaran dan manfaat rumput laut untuk kesehatan menjadikan bahan tersebut banyak diminati.

Satu kilogram rumput laut diakuinya bisa digunakan selama dua hari. Dalam sebulan ia bisa menyiapkan 50 kilogram rumput laut. Sebab berjualan menu minuman berbuka puasa jenis takjil membuat rumput laut sangat dibutuhkan. Satu porsi es campur dengan bahan rumput laut menurutnya dijual seharga Rp6.000 dan diminati warga.

“Pembudidaya yang rutin menanam rumput laut membuat stok selalu ada untuk bahan es campur,” terang Ismi.

Perputaran bisnis rumput laut menurutnya sangat cepat saat bulan ramadan. Meski tidak seramai tahun sebelumnya warga yang meminati es campur berbahan rumput laut masih stabil. Usaha kuliner yang dijalankan olehnya masih tetap berjalan dengan adanya pasokan yang lancar dari pembudidaya. Selain menguntungkan bagi pembudidaya, keberadaan rumput laut sangat membantu para pedagang menu takjil.

Lihat juga...