Sebanyak 68 OTG Klaster Gowa dan Lambelu Reaktif Rapid Test

Editor: Mahadeva

MAUMERE – Hasil rapid tes dari 68 Orang Tanpa Gejala (OTG) dari klaster Gowa, Lambelu dan Magetan akhirnya dinyatakan reaktif. Dengan demikian ada penambahan setelah pada Selasa (5/5/2020) siang baru ada 57 orang yang dinyatakan reaktif.

Dari jumlah tersebut, 36 orang berasal dari klaster Lambelu, 21 orang OTG dari klaster Gowa, serta satu orang santri lainnya dari klaster Magetan. Sementara sisanya, yang masih dalam penjemputan, sebanyak 11 orang berasal dari klaster Lambelu dan Gowa. “Total sudah terdapat 68 orang yang hasil rapid test nya reaktif. Semuanya akan diambil swabnya untuk dilakukan pemeriksaan PCR,” sebut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Rabu (6/5/2020).

Untuk klaster Gowa dan Magetan, disebut Petrus dikarantina secara terpusat di gedung Sikka Convention Center (SCC). Sementara untuk klaster Lambelu, semuanya dikaratina di bekas kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditemui, Rabu (6/5/2020) – Foto : Ebed de Rosary

Dengan hasil tersebut, Satgas Covid-19 Sikka saat ini terus melakukan pelacakan. Utamanya untuk klaster Gowa dan Magetan. “Kita terus melakukan pelacakan terhadap seluruh pelaku perjalanan, termasuk klaster Gowa dan Magetan. Semuanya akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan rapid test,” terangnya.

Sementara mengenai keberadaan 17 orang dari klaster Lambelu, yang sebelumnya dikarantina di gedung bekas kantor dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan telah dikembalikan ke rumah masing-masing, disebut Petrus sudah menjalani rapid tes tiga kali dan hasilnya non reaktif.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan diperiksa lagi, bila selama di rumah mengalami gejala terinfeksi Covid-19. “Meskipun dipulangkan semua mereka tetap dalam pengawasan dan pemantauan tim Covid-19. Apabila ada gejala maka akan dilakukan pemeriksaan kesehatan baik rapid test maupun swab,” jelasnya.

Camat Doreng, Polikarpus Manase Mana menyebut, pihaknya telah meminta para kepala desa dan Satgas Covid-19 di desa dan kecamatan, untuk memantau para pelaku perjalanan tersebut. Pemantauan dilakukan meskipun sudah dinyatakan non reaktif. Hal itu untuk mengantisipasi karena warga dari klaster Lambelu tersebut belum mendapatkan pemeriksaan swab. “Saya tetap meminta agar pemerintah desa dan petugas kesehatan agar terus melakukan pemantauan terhadap semua pelaku perjalanan di wilayahnya masing-masing. Bila ada gejala dan sakit segera dilaporkan untuk diperiksa kesehatannya,” tandasnya.

Polikarpus berharap agar para pelaku perjalanan , baik dari klaster Lambelu maupun lainnya bisa terbebas dari Covid-19. Untuk itu proses karantina tetap diawasi agar mereka tidak berkeliaran ke luar rumah.

Lihat juga...