RS TC Hillers Maumere Khusus Tampung Pasien Covid-19
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menyediakan RS TC Hillers Maumere menjadi rumah sakit khusus untuk menampung pasien positif Covid-19 apabila 19 ruang isolasi yang telah disiapkan sudah penuh akibat membludaknya pasien.
Kondisi terburuk ini merupakan langkah antisipasi mengingat sampel rapid test yang dikirim ke RSUD W.Z.Johannes Kupang sebanyak 70 sampel. Apalagi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan lebih dari 19 orang positif Covid-19.
“Semalam saya sudah koordinasikan dengan bupati Sikka apabila hasil swab lebih dari 19 orang positif, maka pasien umum akan dipindahkan ke dua rumah sakit swasta lainnya di Kabupaten Sikka,” sebut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus, Jumat (8/5/2020).

Petrus meminta agar masyarakat kabupaten Sikka tidak usah panik dan tetap tenang karena pemerintah telah siap mengambil langkah untuk mengantisipasi termasuk hal terburuk sekalipun.
Kalau lebih dari 19 pasien positif Covid-19 tambahnya, maka pasien umum di RS TC Hillers Maumere akan dipindahkan ke 2 rumah sakit swasta yakni RS Sta. Elisabeth, Lela dan RS. St. Gabriel, Kewapante. Pemerintah telah berkomunikasi dengan 2 rumah sakit ini.
“Hari ini juga kita akan lakukan rapid test lagi terhadap pelaku perjalanan. Tiga tempat karantina terpusat juga sudah disediakan di Sikka Convention Center, bekas kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Puskesmas Waigete,” terangnya.
Rapid test sambung Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka ini menerangkan, dilakukan terhadap semua pelaku perjalanan dari wilayah barat seperti di Pulau Jawa yang berasal dari zona merah dan kebanyakan santri.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Sikka tambah Petrus, juga telah membangun masing-masing 2 ruang isolasi di 13 Puskesmas dan belakang kantor dinas kesehatan.
“Kemarin ada satu klaster Lambelu yang telah dilakukan pemeriksaan swab dan hasilnya negatif. Namun saat dilakukan rapid test lagi hasilnya reaktif sehingga saya meminta agar dia juga harus diambil swabnya lagi,” ujarnya.
Apabila hasil pemeriksaan swab di Kupang yang bersangkutan berinisial DT berumur 17 tahun tersebut hasilnya positif maka akan menjadi referensi nasional sehingga Litbang Kementerian Kesehatan akan melakukan kajian mengenai virus Corona.
Alat rapid test dalam kondisi baik sambungnya, dan saat ini cukup sementara alat swab seharusnya minggu ini sudah ada teknisi dari Kementerian Kesehatan yang datang dan melalukan instalasi namun batal.
“Apabila hasil pemeriksaan swab klaster Lambelu positif maka semua klaster Lambelu akan didampingi untuk dipastikan kondisinya. Yang kita takutkan klaster Gowa, Magetan dan lainnya yang selama ini tidak menjalani karantina terpusat namun kita tetap melakukan penelusuran dan pendataan,” sebutnya.
Direktur RS TC Hillers Maumere, dr. Mercy Parera, mengakui, pihaknya telah menyediakan tenaga medis baik dokter dan perawat untuk melayani pasien Covid-19 yang akan dirawat di ruang isolasi rumah sakit.
Mercy saat peresmian ruang isolasi menambahkan, para tenaga medis dan dokter ini telah melewati pelatihan khusus dan secara mental juga mereka telah siap menangani pasien positif Covid-19 apabila sudah ada yang statusnya positif.
“Secara mental mereka semua sudah siap dan telah dibekali dengan pelatihan penanganan pasien Covid-19. Apabila rumah sakit ini harus merawat pasien Covid-19 maka telah siap karena menjadi rumah sakit rujukan dan semua perlengkapan medis juga cukup memadai,” terangnya.