Ratusan Penumpang Kapal Tunggu Berhari-hari agar Bisa Menyeberang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Ratusan penumpang kapal asal Sumatera tujuan pulau Jawa harus rela menunggu berhari-hari agar bisa menyeberang.

Warno, pekerja asal Brebes, Jawa Tengah mengaku sudah berada di Bakauheni sejak Selasa (12/5/2020) bersama sekitar 52 orang rekannya. Pekerja galian kabel optik di Lampung Tengah itu baru bisa naik kapal pada Jumat (15/5/2020) setelah mendapat izin (clearance) dari petugas.

Warno, pekerja galian optik di Lampung Tengah yang akan pulang ke Brebes Jawa Tengah bisa membeli tiket setelah menunggu di pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan meski membayar rapid test Rp300 ribu, Jumat (15/5/2020) – Foto: Henk Widi

Warno menyebut satu rombongan terdiri dari sebanyak 52 orang pekerja harian telah selesai bekerja. Keputusan untuk pulang saat pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) menjadi dilema.

Sebab ia harus mendapatkan sejumlah surat rekomendasi untuk bisa kembali ke wilayah asal. Surat yang dibutuhkan meliputi surat pemberhentian kerja, surat jalan, surat kesehatan bebas Covid-19.

Menggunakan bus antar kota antar provinsi (AKAP) trayek Lampung-Jawa Tengah, Warno dan kawan-kawannya hanya diantar hingga Bakauheni. Semua penumpang tersebut bahkan diturunkan satu kilometer dari pelabuhan akibat adanya cek poin. Kendaraan bus AKAP tanpa stiker khusus dipastikan putar balik ke tempat tujuan.

“Sudah empat hari bersama rombongan lain harus menjalani sejumlah prosedur di antaranya pemeriksaan dokumen dan harus memiliki surat bebas Covid-19, mana biayanya cukup mahal lebih mahal dari harga tiket kapal,” terang Warno saat ditemui Cendana News di pelabuhan Bakauheni, Jumat (15/5/2020).

Warno menyebut di belakang rombongannya masih ada ratusan pekerja yang tertahan. Sebagian memilih tidur di area terminal antarmoda pelabuhan Bakauheni.

Petugas TNI dan Kepolisian Polres Lamsel melalui KSKP Bakauheni melakukan pemilahan rombongan pekerja. Sebagian pekerja yang datang lebih dahulu menjalani pemeriksaan rapid test di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Panjang, sisanya menunggu.

Serupa dengan Warno, pekerja asal Kotabumi, Lampung mengaku akan pulang ke Grobogan, Jawa Tengah. Ia masih harus menunggu giliran melakukan proses rapid test. Sebagai ketua rombongan ia harus mengumpulkan 42 KTP pekerja untuk membeli tiket. Namun proses pembelian tiket kapal hanya bisa dilayani setelah ia mendapatkan surat bebas Covid-19.

Semula ia menyebut biaya rapid test hanya Rp250.000 per orang. Namun semenjak Jumat (15/5/2020) ia harus membayar Rp300.000 per orang.

Tanpa adanya surat bebas Covid-19 ia dan sejumlah pekerja lain dipastikan tidak bisa menyeberang. Sebelum sampai di pelabuhan Bakauheni ia menyebut telah membayar tiket bus sekitar Rp200.000 per orang.

“Kendaraan bus normalnya sampai ke kota kami di Jawa Tengah namun akibat larangan hanya diantar sampai Bakauheni,” cetusnya.

Berbekal surat rekomendasi setelah tiga hari ia bisa menyeberang. Sampai di pelabuhan Merak, Banten ia memastikan sudah dijemput oleh bus AKAP lain yang akan mengantar hingga tujuan.

Meski harus mengeluarkan biaya lebih tinggi ia dan sejumlah pekerja lain bersyukur bisa pulang. Sesampainya di rumah ia mengaku akan melakukan isolasi mandiri sesuai protokol kesehatan yang ada.

Terkait kenaikan tarif atau biaya rapid test, Suwoyo, Koordinator Pelayanan Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Panjang di Bakauheni membenarkan.

Kenaikan tersebut diakuinya berlaku sejak Jumat (15/5/2020) akibat keterbatasan alat. Prosedur rapid test diakuinya mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Nomor 4 Tahun 2020 yang mengizinkan orang dalam keperluan darurat untuk melakukan perjalanan lintas wilayah selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Prosedur rapid test bisa dilakukan oleh Dinas Kesehatan yang ditunjuk dan jika sudah memiliki surat maka tidak harus meminta kepada kami,” terang Suwoyo.

Kenaikan biaya rapid test menurutnya imbas keterbatasan alat dan tenaga medis. Semula ia menyebut menyediakan alat rapid test dengan harga Rp250.000 namun akibat banyaknya permintaan rapid test stok berkurang. Proses pemesanan dilakukan oleh KKP namun terjadi kenaikan harga. Imbasnya mempengaruhi harga alat rapid test di Bakauheni hingga Rp300.000 per orang.

Setelah mendapatkan surat rapid test sejumlah calon penumpang bisa menyeberang. Pantauan Cendana News hanya dua dermaga reguler dioperasikan untuk penumpang pejalan kaki.

Meski tidak ada penjualan online sejumlah penumpang tetap bisa menyeberang dengan pembelian tiket secara online. Petugas pembelian tiket dominan memproses pembelian tiket yang dilakukan dengan uang elektronik.

Lihat juga...