PON Ditunda, Dispora Kalsel Revisi Anggaran Persiapan

Kabid Pembinaan Olahraga Prestasi Dispora Kalsel, M Fitri Hernadi – Foto Ant

BANJARMASIN – Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalimantan Selatan (Dispora Kalsel), merevisi anggaran persiapan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Hal itu dikarenakan, pelaksanaan event multi cabang tertinggi di Indonesia tersebut ditunda tahun depan.

“Revisi anggaran mesti dilakukan, karena PON XX yang seharusnya tahun ini ditunda. Anggaran harus disesuaikan,” kata Kabid Pembinaan Olahraga Prestasi Dispora Kalsel, M Fitri Hernadi, di Banjarmasin, Rabu (13/5/2020).

Menurutnya, alokasi anggaran yang sudah diplot untuk pembinaan, desentralisasi dan sentralisasi latihan, pembelian alat latihan dan tanding serta anggaran pemberangkatan, saat ini harus digunakan untuk penanggulangan COVID-19.

Revisi anggaran dan rasionalisasi tidak hanya dilakukan oleh Dispora Kalsel, namun harus dilakukan oleh mitra utama Dispora yaitu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalsel. Anggaran total sebenarnya sekira Rp40 miliar.

Anggaran tersebut terdiri dari yang dikelola Dispora Kalsel sekira Rp23 miliar, dan yang dikelola KONI melalui hibah sekira Rp16 miliar. “Karena keterbatasan anggaran maka kedua stakeholder keolahragaan ini harus bersinergi dan berkolaborasi supaya anggaran mulai pembinaan hingga nanti pemberangkatan dapat mencukupi dan dapat membuahkan hasil sesuai target dari Gubernur, yaitu, dapat meraih 14 medali emas,” paparnya.

Namun, pada kenyataannya saat ini terjadi musibah wabah COVID-19, yang hampir merambah semua negara di dunia. Termasuk menyebar luas di Indonesia. M Fitri menyebut, penundaan PON XX karena wabah corona menyebabkan pembinaan atlet menjadi tidak optimal. Protokol kesehatan yang berlaku sangat membatasi periodisasi latihan atlet yang telah dijadwalkan.

Perubahan jadwal, secara otomatis harus diantipasi oleh masing-masing cabang olah raga, agar latihan tetap berjalan meski dalam kondisi terbatas. Memodifikasi jadwal harus dilakukan, dengan menggunakan teknologi informasi, untuk mengatasi kendala larangan berkumpul. Adapun atlet Kalsel yang disiapkan untuk PON Papua sebanyak 157 orang.  (Ant)

Lihat juga...