Penghuni Karantina di GOR Satria Terus Bertambah
Editor: Makmun Hidayat
PURWOKERTO — Jumlah pemudik yang menjalani karantina di GOR Satria Purwokerto terus bertambah. Hingga Rabu (6/5/2020) siang tercatat ada 217 warga yang dikarantina.
Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono mengatakan, penghuni karantina GOR Satria didominasi laki-laki, yaitu sebanyak 164 orang dan perempuan ada 53 orang. Saat ini untuk penghuni laki-laki menempati Gedung Futsal indoor dan yang perempuan di Gedung Sasana Krida.
“Karena jumlah yang karantina terus bertambah, maka kemarin saya sudah koordinasi dengan Pak Bupati, nanti yang perempuan akan dipindah ke Gedung Badminton, sehingga untuk laki-laki menempati dua ruangan yaitu Gedung Futsal dan Gedung Sasana Krida,” terang Sadewo, di sela-sela pantauannya di GOR Satria Purwokerto, Rabu (6/5/2020).

Lebih lanjut Wabup menjelaskan, sebagian besar penghuni karantina GOR merupakan rombongan travel gelap dari Jakarta. Terakhir yang terjaring pemantauan di posko perbatasan adalah rombongan dari Jakarta sebanyak 4 orang.
“Ada 4 orang penumpang dari Jakarta, mereka berangkat habis maghrib dan masuk ke Banyumas dini hari sebelum Subuh. Masing-masing orang katanya membayar Rp500.000. Namun, posko di perbatasan beroperasi 24 jam, sehingga kedatangan mereka terdeteksi dan sekarang rombongan tersebut masih menjalani karantina di GOR Satria,” tuturnya.
Selain di GOR Satria, Pemkab Banyumas juga membuka tempat karantina di Balai Diklat di Kecamatan Baturaden. Saat ini tercatat ada 17 orang yang menjalani karantina di Baturaden, 16 orang dalam kondisi sehat dan 1 orang baru dirujuk ke rumah sakit karena ada keluhan.
Sadewo menjelaskan, untuk mengantisipasi banyaknya pemudik yang berdatangan, pihaknya juga sudah mensosialisasikan kepada desa untuk membuka tempat karantina. Menurutnya, berdasarkan peraturan menteri keuangan, dana desa diperbolehkan untuk penanggulangan Covid-19.
“Sekarang banyak desa sedang mempersiapkan tempat karantina lokal, karena memang dana desa diperbolehkan digunakan untuk penanggulangan Covid-19, salah satunya untuk pembuatan lokasi karantina serta penyediaan makan bagi mereka,” terangnya.
Sementara itu, salah satu pemudik yang sedang menjalani karantina di GOR Satria, Fami warga Kelurahan Karangpucung, Kecamatan Purwokerto Selatan mengatakan, untuk mengatasi kejenuhan selama menjalani masa karantina 14 hari, diadakan kegiatan senam massal. Senam dilakukan di halaman GOR Satria sambil berjemur.
“Seluruh penghuni GOR ikut senam yang dilakukan menjelang siang hari, sambil berjemur. Kegiatan senam ini lumayan bisa membuang kejenuhan, namun posisi senam tetap dengan memperhatikan physical distanching,” katanya.