Bappenas Rangkul PBB Tanggulangi Covid-19 di Indonesia

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, hari ini, melakukan pertemuan virtual dengan UN Resident Coordinator (UNRC) ad-interim, Niels Scott dalam rangka membahas sejumlah program kerjasama antara Indonesia dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), terutama di bidang penanggulangan wabah pandemi Covid-19.

Suharso mengungkapkan, bahwa sejauh ini PBB, telah membentuk The UN Multi Sectoral Response Plan (MSRP) on Covid-19. MRSP sendiri merupakan rencana collective action (aksi bersama) dari PBB di Indonesia dengan berbagai mitra pembangunan lainnya, yang mencakup 7 pilar, yaitu: health, risk communications and community engagement (RCCE), logistics, food security, mitigate the socioeconomic impact of the crisis, critical multi-sectoral services, dan protection of vulnerable groups.

“Rencana yang telah kita sepakati, pelaksanaan response plan ini akan berlangsung sejak Mei hingga Oktober 2020,” terang Suharso, berdasarkan rilis yang diterima Cendana News, Selasa (26/5/2020) di Jakarta.

Menurut Suharso, Indonesia membutuhkan banyak kerjasama dan masukan mengenai permasalahan pandemi, sehingga dampaknya dapat diminimalisir dan masyarakat bisa kembali melaksanakan berbagai aktivitas sebagaimana sediakala.

“Tentunya dengan adanya program tersebut dan di bawah koordinasi langsung oleh Bappenas diharapkan bisa berperan dalam membantu pemerintah menanggulangi Covid-19 di Indonesia, dan mengurangi dampaknya bagi masyarakat,” tukasnya.

Lebih lanjut, Ketua Umum PPP itu juga mengatakan, dalam 5 tahun terakhir, Indonesia dan PBB telah mengukuhkan komitmen untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang tertuang dalam United Nations Partnership for Development Framework (UNPDF) 2016-2020 sebagai bentuk dukungan pelaksanaan RPJMN 2015-2019, khususnya untuk mendukung upaya pencapaian target SDGs di Indonesia melalui berbagai proyek dan program pembangunan dengan berbagai kementerian atau lembaga.

“Setiap tahun Bappenas dan PBB selalu mengadakan forum bertajuk Forum for Development Coorperation, forum ini diadakan untuk mengevaluasi pelaksanaan dari UNPDF 2016 -2020, forum yang terakhir dilaksanakan itu pada Juni 2019,” tukasnya.

Di tahun 2017, sejak terpilih UN Resident Coordinator (UNCR) yang pertama kalinya di Indonesia, PBB juga ikut mendukung penyiapan Voluntarily National Report (VNR), dan penyiapan SDGs Dashboard yang diluncurkan pada SDGs Indonesia Annual Conference 2019.

UNRC aktif mendukung penyiapan RPJMN 2020-2024 melalui berbagai studi dan analisis untuk memberikan input pada area tematik seperti health, nutrition, youth, child protection, population, data, and social policy.

Usai menyelesaikan kerjasama yang tertuang dalam UNPDF 2016–2020 kini, Pemerintah Indonesia dan PBB membentuk kerja sama baru yakni United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2021–2025.

“Dokumen kerja sama tersebut telah kami finalisasi dan telah saya tandatangani bersama perwakilan PBB. Ada empat fokus prioritas strategis yang diangkat dalam UNSDCF yakni pembangunan manusia yang inklusif, transformasi ekonomi, pembangunan hijau, perubahan iklim, dan ketahanan bencana, serta inovasi untuk mempercepat SDGs,” pungkas Suharso.

Lihat juga...