UB Bagikan Paket Sembako untuk Mahasiswa
MALANG – Universitas Brawijaya (UB), membagikan paket sembako kepada mahasiswanya, yang masih bertahan di Malang alias tidak pulang kampung selama pandemi COVID-19.
“Paket sembako ini merupakan salah satu bentuk dukungan kampus kepada para civitas akademi, di tengah pandemi Coronavirus,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UB, Prof Dr Abdul Hakim, di sela pembagian sembako bagi mahasiswa di Gedung Kebudayaan Mahasiswa kampus setempat, Rabu (8/4/2020).
Kampus disebutnya, mengupayakan kualitas asupan nutrisi dengan memberikan bahan pangan pokok. Terutama bagi mahasiswa yang masih berada di Malang, atau tidak pulang kampung sejak wabah corona melanda Tanah Air.
Prof Abdul Hakim menyebut, paket sembako bagi mahasiswa tersebut, akan dibagikan dalam tiga termin hingga 15 Mei 2020. Proses pendistribusian dilakukan dengan tetap menerapkan prinsip physical distancing. “Pembagian sembako ini dijadwalkan setiap dua pekan sekali. Hari ini, simbolis diberikan kepada 50 orang mahasiswa dulu. Penerima adalah mahasiswa yang telah mengisi formulir secara daring, selanjutnya divalidasi oleh Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa, Eksekutif Mahasiswa UB, baru kita bagikan,” ujarnya.
Hanya saja, prioritas pemberian paket sembako tersebut untuk mahasiswa yang berada di Malang dan yang tidak mampu. Paket yang akan diterima oleh mahasiswa terdiri dari beras lima kilogram, telur ayam 500 gram, kecap manis, minyak goreng, mie instan, teh celup, serta abon sapi.
Pembagian paket sembako hasil kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Infak Sedekah Universitas Brawijaya dan Bagian Kemahasiswaan. Selain membagikan paket sembako, UB juga membantu pulsa kepada mahasiswa sebagai antisipasi jika terjadi habisnya kuota internet saat mengikuti kuliah yang dilakukan secara daring. Untuk mengantisipasi habisnya kuota tersebut, UB bekerja sama dengan dua operator telekomunikasi, dengan menyediakan kuota 30 giga bagi mahasiswa yang melaksanakan kuliah daring. (Ant)