Kapal Pelni Boleh Sandar di Sikka asal Penumpang Dibatasi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Kedatangan kapal Pelni KM. Lambelu ke Maumere sempat menimbulkan reaksi pro dan kontra di masyarakat belum lagi ditambah kepanikan masyarakat setelah merebaknya informasi soal 3 Anak Buah Kapal (ABK) yang terindikasi terjangkit Covid-19.
Meski demikian pemerintah kabupaten Sikka tetap berharap agar kapal Pelni yag mau bersandar di pelabuhan Laurens Say Maumere harus mengikuti aturan yang disampaikan pemerintah termasuk Kementerian Kesehatan RI.
“Boleh datang lagi tapi setiap 15 hari sehingga yang sudah duluan tiba, penumpangnya sudah selesai menjalani karantina,” tegas bupati Sikka, provinsi NTT, Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (8/4/2020).

Selain itu kata Robi sapaannya, jumlah penumpangnya juga tidak boleh lebih dari 100 orang dan soal ini sudah ada arahan dari Menteri Kesehatan RI terkait pembatasan penumpang.
Menurutnya, menteri Kesehatan juga sudah melakukan pembatasan-pembatasan termasuk untuk moda transportasi dan untuk Sikka sebaiknya kapal penumpang dibatasi.
“Bila harus datang lagi penumpang berjumlah 100 sampai 200 orang dan harus dilakukan karantina maka kami pasti menyerah. Tidak mungkin kami bisa mengatasi ini,” ungkapnya.
Terkait kapal Umsini dari Makassar yang dikatakan akan masuk lagi ke Maumere Robi mengatakan, akan menyampaikan ke pihak Pelni agar mematuhi aturan dan sebaiknya kapal jangan masuk dahulu ke Sikka.
“Di dua lokasi hari ini sedang dilakukan pemeriksaan dan hasilnya akan dilaporkan kemudian, memang ada beberapa penumpang yang dilaporkan sakit seperti orang tua dan pemerintah melakukannya sesuai prosedur,” katanya.
Terkait kapal penumpang kapal Lambelu, dia menyatakan sudah melaporkan ke Gubernur NTT dan ketua nasional gugus tugas Covid-19 serta akan diberikan bantuan yang dibutuhkan Posko Covid1-9 di Sikka.
Terkait penumpang KM. Lambelu yang lompat dari kapal kondisinya tidak apa-apa dan setelah disampaikan kapalnya akan merapat mereka langsung naik ke kapal, sudah dicek penumpang terangkut semua.
“Saya imbau kepada masyarakat agar tetap memperhatikan imbauan pemerintah, menjaga social distancing dan physical distancing serta makan makanan bergizi dan istirahat yang cukup,” imbaunya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Muhammad daeng Bakir, mengatakan, selama berada di karantina para penumpang kapal tersebut akan mendapatkan makan sebanyak 3 kali setiap harinya.
Para penumpang tersebut juga kata Daeng Bakir, dilarang dikunjungi keluarganya dan membawa makanan dan perlengkapan lainnya untuk keluarganya yang sedang menjalani karantina.
“Mereka selalu diimbau dan dijaga agar tetap sehat. Setiap pagi juga disarankan berjemur di panas matahari serta berolahraga. Para penumpang terlihat bersemangat dan tidak stres,” ujarnya.
Disaksikan Cendana News, para penumpang tujuan kabupaten Ende sudah dijemput sejak pagi sebanyak 22 penumpang sementara untuk Ende, Nagekeo dan Matim serta Flores Timur semuanya akan dijemput pemerintah daerah masing-masing.