Petambak di Lamsel Rugi Akibat Harga Ikan Bandeng Anjlok
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
LAMPUNG — Ratusan pembudidaya ikan bandeng (chanos chanos) di Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel) mengalami kerugian akibat harga di pasaran anjlok. Pada kondisi normal, dijual hingga Rp13.000 per kilogram, namun saat ini hanya dihargai Rp7.000 per kilogram.
Nurdiono, salah seorang petambak di Lamsel menyebutkan, harga merosot sejak awal Maret silam. Salah satu penyebabnya, wabah Coronavirus (Covid-19) yang melanda Indonesia.
Imbas tidak langsung Corona, terletak pada tutupnya sejumlah pengepul akibat berkurangnya pasar dan konsumen. Biasanya, pembeli terbesar berasal dari usaha kuliner sejumlah warung makan, restoran di wilayah Lampung dan Banten.
Penurunan harga disebutnya ikut mempengaruhi omzet pembudidaya. Sebab dengan hasil satu ton pada kondisi normal ia bisa mendapatkan pemasukan sekitar Rp13 juta.
“Sekarang harga ikan bandeng merosot pada level paling rendah bertepatan pada awal puasa Ramadan. Padahal tahun sebelumnya hasil cukup memuaskan bisa jadi harapan untuk hari raya Idul Fitri,” terang Nurdiono saat ditemui Cendana News di lahan tambaknya, Senin (27/4/2020).
Pada masa panen kali ini pada dua bidang lahan tambak Nurdiono menyebut memperoleh hasil panen sekitar 600 kilogram. Normalnya dengan harga Rp13.000 per kilogram ia bisa mendapatkan hasil Rp7,8juta. Namun dengan harga Rp7.000 ia hanya memperoleh omzet sekitar Rp4,2juta.
“Hasil panen hanya digunakan untuk biaya operasional pakan, perawatan dan upah pekerja,” tambahnya.
Nurjaman, petambak ikan bandeng lain di Desa Bandar Agung menyebutkan, hasil panen tetap stabil. Masa panen ikan bandeng saat usia 75 hari hingga 90 hari tetap menjadi harapan saat bulan Ramadan.
Sistem gorong royong pemanenan ikan bandeng disebutnya tetap memberi upah Rp30.000. Satu kali proses panen ia mempergunakan tenaga kerja sebanyak 10 orang.
Proses pemanenan dimulai dari pengurasan air tambak memakai mesin sedot atau alkon. Setelah air surut pekerja akan mempergunakan jaring dalam proses pemanenan ikan bandeng.
Meski harga ikan bandeng anjlok, ia dan sejumlah petambak lain tetap melalukan budidaya. Sebab usai panen dibutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk proses pengeringan. Rencananya ia akan kembali membudidayakan ikan bandeng dengan sistem tradisional setelah Lebaran Idul Fitri.