PDP Positif Covid -19 di Banyumas Bertambah Delapan Orang
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
PURWOKERTO – Jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dinyatakan positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas bertambah. Hari ini, Rabu (22/4/2020), Bupati Banyumas, Achmad Husein menyatakan, pihaknya baru menerima hasil swab yang menyatakan 8 PDP positif Covid-19 dan dua di antara merupakan perawat.
“Jadi ada akumulasi penumpukan hasil test swab selama 20 hari, yaitu mulai 1 – 21 April dan kita baru terima hari ini, ada tambahan 8 positif Covid-19,” kata Husein.
Lebih lanjut Bupati merinci, dari 8 PDP positif tersebut, dua diantaranya merupakan perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas. Dua PDP positif berasal dari klaster Kober yaitu peserta ijtima ulama Gowa, laki-laki (81) dan laki-laki (14). Kemudian PDP dari Desa Pekunden Kecamatan Banyumas, laki-laki 23 tahun, kemudian PDP laki-laki (18), warga Kecamatan Purwokerto Timur, baru pulang dari Bandung dan Bali pada akhir bulan Maret dan terakhir PDP laki-laki (69), warga Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur.
Lebih lanjut Husein menjelaskan, yang sangat perlu diperhatikan adalah PDP klaster Gowa yang sudah berusia 81 tahun, karena usia sudah tua dan sekarang dalam kondisi stroke. Selain itu juga PDP dari Kelurahan Sokanegara yang baru bertemu komunitas gereja di wilayah Sokaranegara.
“Yang Sokanegara itu transmisi lokal, baru bertemu dengan komunitas gereja, sehingga perlu secepatnya dilakukan tracking untuk mengetahui siapa saja yang sudah melakukan kontak dengan yang bersangkutan dan segera dilakukan rapid test,” tegas Bupati.
Dengan bertambahnya 8 PDP positif Covid-19 tersebut, maka jumlah total PDP positif Covid-19 di Kabupaten Banyumas ada 22 orang. Sebelumnya sudah ada 14 PDP yang dinyatakan positif Covid-19.
Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Banyumas, dr Nugroho Harbani saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua perawat RSUD Banyumas yang terpapar Covid-19. Salah satu dari perawat tersebut sudah sembuh dan hasil swab kedua dinyatakan negatif. Sedangkan satu perawat lainnya masih menjalani perawatan di bangsal Wijayakusuma RSUD Banyumas.
“Rentang waktu antara perawat yang satu dengan satunya jaraknya cukup jauh, sehingga yang satu sudah dinyatakan sembuh dan sudah pulang ke rumah, tetapi masih harus menjalani isolasi mandiri di rumah dan belum mulai bertugas. Sedangkan perawat satunya masih menunggu hasil test swab kedua,” jelasnya.