Gubernur BI Optimis Rupiah Menguat Akhir Tahun 2020

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Sempat mengalami kontraksi sangat dalam terhadap dolar, rupiah dinilai masih berada dalam kondisi memadai di tengah pandemi Covid-19. Bahkan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengaku optimis, rupiah menguat pada akhir tahun 2020.

“Kami berpandangan bahwa tingkat nilai tukar rupiah dewasa ini relatif memadai dan secara fundamental undervalued,” terang Perry dalam media briefing terkait Kondisi Perekonomian Terkini, Rabu (29/4/2020) di Jakarta.

BI terus mengintensifkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah agar stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan tetap terjaga dan kondusif bagi perekonomian. Ke depan, kata Perry, rupiah diperkirakan  stabil dan cenderung menguat ke arah Rp 15.000 per dolar pada akhir tahun.

“Bank Indonesia berkomitmen terus berada di pasar, melakukan stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi baik di spot , DNDF, maupun pembelian SBN dari pasar sekunder, khususnya pada periode capital outflows,” tandasnya.

Jumlah cadangan devisa saat ini pun dinilai lebih dari cukup untuk kebutuhan impor, pembayaran utang Pemerintah, dan stabilisasi Rupiah. Dalam hal diperlukan sebagai “second line of confidence” Bank Indonesia mempunyai kerjasama bilateral swap dengan berbagai bank sentral, antara lain Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Singapura.

Sebagai informasi tambahan, pada pembukaan perdagangan rupiah menguat 0,2 pesen, kemudian bertambah menjadi 0,26 pesen di Rp 15.340 per dolar pada hari ini.

Dengan penguatan tersebut, rupiah menjadi yang terbaik kedua di Asia, hanya kalah dari yen Jepang yang menguat 0,3 persen.

Lihat juga...