Beras Merah Tumbuh Subur dengan Akuaponik
Editor: Koko Triarko
SEMARANG – Siapa bilang untuk menanam padi, beras merah hingga ketan hitam harus selalu di sawah? Melalui teknologi tepat guna dengan sistem akuaponik, beragam tumbuhan dan sayuran pun bisa tumbuh di mana saja. Termasuk di halaman atau di teras rumah.
Hal tersebut, dibuktikan oleh Kelompok Tani (Poktan) Dahlia Kelurahan Pedalangan, Kecamatan Banyumanik, Semarang. Mereka mampu mengembangkan penanaman padi dengan metode akuaponik, yakni sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik.
“Pada prinsipnya, kita mengkombinasikan antara sistem hidroponik dan akuakultur. Penanaman padi, beras merah atau ketan hitam menggunakan sistem hidroponik, dengan memanfaatkan media pralon. Di satu sisi, untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman tersebut, kita gunakan air yang tercampur dengan ekskresi atau kotoran hewan, dalam hal ini ikan yang dipelihara dalam kolam,” papar Ketua Poktan Dahlia Pedalangan, Pujiyanti, di Semarang, Senin (13/4/2020).
Diterangkan secara lebih jelas, ikan ditebar pada tangki atau kolam dengan kepadatan yang cukup tinggi, sehingga akan menghasilkan kotoran ikan, yang berisi hampir semua nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman.
Air kolam berisi kotoran ikan tersebut, kemudian dialirkan melalui metode hidroponik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman. Air yang sudah tersaring oleh tanaman, kemudian dialirkan kembali ke kolam. Proses ini terjadi terus-menerus, sehingga menghasilkan simbiosis mutualisme. Tanaman dapat nutrisi, sementara air kolam terus tersaring bersih.
“Hasilnya tanaman padi, beras merah dan ketan hitam organik, yang tidak hanya sehat, namun juga memiliki nilai jual tinggi,” terangnya.
Pujiyanti menuturkan, dengan sistem akuaponik tersebut, dua kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi sekaligus, yakni karbohidrat dan protein dari ikan. Metode tersebut juga menjadi solusi tepat bagi masyarakat yang tidak memiliki lahan luas, namun ingin bercocok tanam sendiri.
Sementara, Sukaesih, anggota Poktan Dahlia, menjelaskan dalam penanaman padi menggunakan sistem akuaponik tersebut cukup mudah.
“Pertama kita siapkan dahulu media tanam di pot, untuk menyemaikan benih padi, beras merah atau ketan hitam. Berupa tanah yang sudah dicampur dengan pupuk organik dan arang sekam,” katanya.
Ia menjelaskan, perbandingan dari ketiga bahan itu adalah 3 : 2 : 1. Setelah semua media tercampur rata, siram dengan pupuk organik cair secukupnya.
Langkah selanjutnya, benih direndam dengan air hangat dan ditutup kain kurang lebih 48 jam, hingga muncul tunas.
Selanjutnya, bibit tersebut dipindahkan ke pot berisi media tanam yang sudah disiapkan. “Setelah cukup tinggi, baru dipindahkan ke sistem hidroponik,” terangnya.
Dalam perawatannya, pun relatif mudah. Untuk mengusir hama bisa menggunakan pestisida alami. Mulai dari penggunaan air tembakau, air daun pepaya hingga cabai.
“Ada banyak pestisida alami yang bisa digunakan, misalnya cabai. Kita haluskan bersama bawang putih, kemudian direndam kurang lebih 12 jam. Air rendaman ini kemudian kita semprotkan ke tanaman,” pungkasnya.