Wabah Corona, Jerman Laporkan Kematian Ketiga Iran Laporkan 354 Kematian
BERLIN – Jerman melaporkan kematian ketiga, sementara Iran mengumumkan jumlah korban jiwa di negara itu akibat COVID-19 mencapai 354 orang.
Jerman memastikan pada Rabu (11/3/2020), adanya orang ketiga yang meninggal karena virus corona baru. Menurut otoritas setempat, korban jiwa tersebut adalah seorang pasien di wilayah Heinsberg di Negara Bagian Rhine-Westphalia Utara sebelah barat.
Jerman telah memastikan ada 1.296 infeksi COVID-19 di negara itu. Jumlah itu berdasarkan data yang dikeluarkan pada Selasa (10/3/2020) larut malam, oleh Institut Robert Koch, sebuah lembaga untuk pengendalian penyakit. Jerman pada Senin (9/3/2020), melaporkan dua kematian pertama karena virus corona, setelah seorang perempuan berusia 89 tahun meninggal di Kota Essen dan seorang pria berusia 79 tahun di Distrik Heinsberg.
Sementara itu dari Dubai dilaporkan, jumlah korban meninggal di Iran akibat wabah COVID-19 mencapai 354 orang. “Jumlahnya naik dari 63 kematian dalam 24 jam terakhir,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Kianush Jahanpur, Rabu (11/3/2020).
Kianush Jahanpur mengatakan kepada TV negara, yang terinfeksi corona berjumlah 9.000 orang. Ia meminta warga untuk tetap berada di rumah, dan tidak bepergian jika tidak ada keperluan penting.
Sementara itu, Iran pada Rabu (11/3/2020) menyatakan, kekhawatiran atas kesehatan para warganya yang dipenjara di Amerika Serikat, di tengah wabah virus corona. Kekhawatiran itu disampaikan satu hari setelah Washington mendesak Teheran, untuk membebaskan para warga Amerika yang ditahan.
Iran, negara keempat yang paling parah dilanda wabah corona setelah China, Korea Selatan dan Italia, saat ini untuk sementara telah membebaskan 70.000 tahanan dalam upaya membantu menangani wabah.
Keadaan itu membuat Perserikatan Bangsa Bangsa dan Amerika Serikat mengeluarkan seruan, agar Iran membebaskan para tahanan politik, termasuk puluhan orang berkewarganegaraan ganda serta orang asing yang ditahan di penjara-penjara yang penuh sesak dan bisa memunculkan penyakit.
Para tahanan itu dipenjara sebagian besar atas dakwaan pemata-mataan. “Amerika Serikat akan langsung meminta pertanggungjawaban rezim Iran, jika ada warga Amerika yang kehilangan nyawa,” kata Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dalam sebuah pernyataan.
Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Iran mengatakan, Teheran juga punya kekhawatiran serupa, atas kondisi puluhan warga Iran yang ditahan di penjara-penjara AS. Dimana warga Iran tersebut sebagian besar ditahan atas dakwaan melanggar sanksi.
“Keadaan penjara-penjara Amerika dan kesehatan mereka mengkhawatirkan, kami siap membawa pulang para warga Iran yang dipenjara di Amerika. Pejabat-pejabat Amerika harus memberikan perhatian serius pada kondisi kesehatan para warga Iran yang disandera di Amerika. Mereka dipenjara tanpa ada dasar hukum, ” kata juru bicara Kemlu Iran, Abbas Mousavi.
Gesekan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat sejak 2018, yaitu tahun ketika Washington keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran dan negara-negara Barat. Setelah keluar dari kesepakatan, Washington menerapkan sejumlah sanksi ekonomi terhadap Teheran. (Ant)