Uni Eropa Diminta Bersatu Melawan Covid-19

Seorang wanita memakai masker wajah saat berswafoto di Galleria Vittorio Emanuele II, setelah dekrit yang memerintahkan seluruh Italia untuk ditutup sebagai tindakan keras yang belum pernah terjadi sebelumnya, untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, di Milan, Italia, Selasa (10/3/2020) – Foto Ant

BRUSSELS – Para pemimpin Eropa diminta untuk bersatu, di tengah penyebaran wabah virus corona atau Covid-19 di wilayah mereka. Namun, para pemimpin Eropa tercatat masih tidak sepakat, mengenai langkah dasar untuk mengatasi krisis luar biasa ini.

27 pemimpin negara Uni Eropa, yang biasa bertemu langsung di KTT Brussel, melakukan konferensi video pada Selasa (10/3/2020), setelah berhari-hari gagal menutup tingkat krisis dan berselisih mengenai bagaimana merespons wabah virus corona.

Presiden Emmanuel Macron mengusulkan, Uni Eropa untuk menunjukkan solidaritas dan menggaungkan ucapan Mario Draghi, sebagai kepala Bank Sentral Eropa yang berupaya menyelamatkan euro dari jurang kehancuran pada 2012, yaitu, Apa pun yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sesuatu hal. “Kami akan memastikan bahwa ekonomi Eropa dapat mengatasi masalah ini,” kata Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, pada konferensi pers setelah KTT.

Komisi Eropa dan Badan Eksekutif Uni Eropa, akan menanam dana investasi sebesar 25 miliar euro atau sekira Rp412 triliun, dari sumber daya yang ada, untuk menahan dampak wabah virus corona. Utamanya menahan terhadap sektor-sektor ekonomi yang rentan. Namun, uang tunai untuk menanggulangi wabah virus corona tidak ada, ujar seorang pejabat Uni Eropa. Hal ini memberikan keraguan pada tingkat efektivitas dalam membantu fiskal yang mengalami penurunan.

Negara-negara anggota Uni Eropa akan memakai 7.5 miliar euro yang belum dibelanjakan, karena kerumitan birokrasi. Dana tersebut dapat digunakan untuk membantu perekonomian, ujar pejabat tersebut.

25 miliar euro akan tercapai dengan menambahkan dana struktural, di bawah anggaran Uni Eropa saat ini. Rencana tersebut tidak dibahas secara rinci selama konferensi video, tetapi akan dibahas pada pertemuan para menteri keuangan zona euro pada hari Senin (16/3/2020).

Komisi juga menawarkan untuk memberikan panduan baru tentang bagaimana menafsirkan peraturan fiskal dan subsidi publik secara ringan. Hal ini memungkinkan Uni Eropa untuk memakai lebih banyak dana nasional, untuk membantu ekonomi negara-negara anggota.

Namun, perpecahan tentang pembagian peralatan medis yang diperlukan untuk melawan krisis kesehatan tampaknya tidak dapat diatasi. Perancis, Jerman dan Republik Ceko menolak untuk mencabut pengendalian pada ekspor alat pelindung untuk menghindari kekurangan di dalam negeri.

Hal itu dilakukan, meski ada permintaan resmi dari Italia yang kewalahan menghadapi jumlah terinfeksi dan kematian. “Para pemimpin sepakat untuk meminta Komisi menganalisis kebutuhan dan membuat inisiatif untuk mencegah kekurangan,” kata ketua pertemuan, Charles Michel.

Eksekutif Uni Eropa sudah mengoordinasikan pengadaan peralatan bersama dalam pasokan jangka pendek. Sebelumnya, Austria secara sepihak, melanggar prinsip pergerakan bebas orang-orang Uni Eropa pada Selasa (10/3/2020), dengan menolak masuknya orang yang datang dari Italia untuk memperlambat penyebaran penyakit.

Ini adalah kasus pertama pembatasan, yang diberlakukan untuk pemegang visa Schengen, yang bebas bepergian ke 26 negara Eropa sejak merebaknya virus tersebut. Seperti kejadian di 2015, ketika gelombang migran dan pengungsi mendorong beberapa negara untuk menutup perbatasan mereka.

Respons terhadap epidemi sejauh ini sangat bervariasi di seluruh Uni Eropa, mulai dari berhentinya aktivitas warga di Italia dan larangan pertemuan publik di Prancis. Dan pemimpin sepakat tentang perlunya pendekatan bersama, koordinasi yang lebih erat dengan Komisi Eropa, dan konsultasi harian antara menteri kesehatan dan menteri dalam negeri. Kapasitas Komisi Eropa untuk mengatasi krisis terbatas, karena tanggung jawab untuk kesehatan masyarakat sebagian besar terletak pada negara-negara anggota. (Ant)

Lihat juga...