Stok Bahan Pangan Cukup Sampai Lebaran

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, saat mengunjungi Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Kegiatan tersebut untuk memastikan stok beras dan bahan pangan lain, mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran mendatang.

Mentan menegaskan, stok beras mampu mencukupi kebutuhan warga selama menjalani pembatasan sosial, dalam masa penanganan penyebaran COVID-19 dan mekanisme kerja dari rumah.

“Stok beras kita tiga juta ton. Lalu, akhir Maret hingga April kita akan panen lagi. Kalau semua berjalan lancar, akan ada tambahan sebesar delapan juta ton. Untuk itu, stok beras kita sangat aman,” kata Mentan, di Food Stasion Tjipinang Raya, Jakarta Timur, Rabu (18/3/2020).

Mentan mengatakan, setidaknya ada 11 komoditas bahan pokok yang dikawal pemerintah secara intens, beras, jagung, bawang merah, bawang putih, dan cabai merah besar. Kemudian, cabai rawit, daging sapi atau kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng. “Saya sangat optimis melihat stok beras yang ada. Di Jakarta masalah beras harusnya sudah selesai. Tinggal kita mem-back up seluruh wilayah di Indonesia,” kata Syahrul.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi memastikan, stok beras di Jakarta terkendali dengan baik, meski saat ini sedang menghadapi wabah COVID-19. “Kita memiliki 30.000 ton beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur. Angka ini sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan warga Jakarta,” kata Arief.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, perkiraan ketersediaan pangan strategis nasional untuk Maret hingga Agustus 2020, beras tersedia 25,6 juta ton dari kebutuhan 15 juta ton. Jagung tersedia sebanyak 13,7 juta ton, dari kebutuhan 9,1 juta ton. Bawang merah 1,06 juta ton dari kebutuhan 701.482 ton; dan cabai besar 657.467 ton dari kebutuhan 551.261 ton.

Daging kerbau atau sapi tersedia 517.872 ton, yang 290.000 ton di antaranya impor, dari kebutuhan 376.035 ton. Daging ayam ras tersedia 2 juta ton dari kebutuhan 1,7 juta ton; dan minyak goreng 23,4 juta ton dari kebutuhan 4,4 juta ton. (Ant)

Lihat juga...