Seluruh Pasar di Banyumas Wajib Sediakan Tempat Cuci Tangan
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
PURWOKERTO — Dalam tiga hari terakhir, seluruh pasar tradisional di wilayah Kabupaten Banyumas dilengkapi dengan tempat untuk mencuci tangan, lengkap beserta sabun. Total ada 68 pasar tradisional, mulai di wilayah perkotaan hingga di desa-desa.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyumas, Yunianto mengatakan, selain untuk membudayakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), penyediaan tempat cuci tangan ini juga sebagai upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19.
“Harapannya kawasan pasar menjadi bersih dan sehat, serta terhindar dari penyebaran virus COVID-19, sehingga kita sediakan tempat cuci tangan, supaya para pedagang ataupun pembeli yang datang membiasakan diri, baik sebelum masuk pasar ataupun setelah keluar dari pasar,” kata Yunianto, Rabu (18/3/2020).
Lebih lanjut Yunianto merinci, untuk pasar tradisional yang dikelola Pemkab Banyumas ada 26 lokasi, kemudian pasar yang dikelola Perumda ada 2 pasar dan 40 pasar desa.
Untuk penyediaan tempat cuci tangan dan sabun di pasar tradisional yang dikelola Pemkab Banyumas, pengadaannya atas kerja sama Disperindag dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) pasar dan pihak Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Satria Purwokerto. Sedangkan untuk pasar yang dikelola perumda, penyediaan tempat cuci tangan menjadi tanggung jawab pihak pengelola. Pasar desa menjadi tanggung jawab pihak desa.
“Penyediaan tempat cuci tangan di pasar-pasar tradisional ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) bupati Banyumas. Saat ini pada pintu masuk pasar, sudah tersedia semua, bahkan untuk pasar besar, seperi Pasar Wage, ada beberapa titik yang disediakan tempat cuci tangan,” terangnya.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Wage Purwokerto, Slamet mengatakan, tempat cuci tangan banyak dimanfaatkan oleh para pedagang maupun pengunjung. Di antaranya di pintu masuk Pasar Wage di Jalan Vihara, kemudian di halaman parkir dekat pintu masuk utama tersedia sederet kran air, berikutnya di pintu masuk belakang tangga tersedia satu tong air lengkap dengan sabun cair. Pada tempat air tersebut dipasang tulisan, ‘Pedagang dan Pengunjung keluar-masuk pasar wajib cuci tangan dengan sabun’.
“Sejak ramai virus corona, orang-orang jadi rajin cuci tangan, termasuk para pedagang, sehingga keberadaan tempat cuci tangan ini sangat membantu kami di pasar,” kata penjual tempe mendoan tersebut.