Pasokan Ikan Melimpah Dukung Gemari Cegah ‘Stunting’
Editor: Makmun Hidayat
LAMPUNG — Melimpahnya pasokan ikan laut hasil tangkapan nelayan Lampung Selatan (Lamsel) dukung pengurangan stunting. Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang menyebut dua desa di kecamatan itu masih menjadi locus stunting. Desa Bangunrejo dan Kemukus yang disurvei oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus diintervensi agar stunting bisa dihilangkan.

Berada di dekat wilayah pesisir timur Lamsel, konsumsi ikan menjadi salah satu penurun angka stunting. Di Desa Kemukus yang semula tercatat angka stunting mencapai 45 anak dan Bangunrejo 38 anak. Angka pada tahun 2018 tersebut mulai bisa dikurangi dengan adanya intervensi gizi. Petugas kesehatan berkoordinasi dengan unsur terkait melakukan peningkatan gizi menurunkan stunting.
Melalui sosialisasi Gerakan Makan Ikan (Gemari) di sejumlah desa masalah gizi kronis oleh asupan gizi kurang dalam waktu lama bisa dicegah. Samsu Rizal menyebut Gemari bisa digencarkan pada sejumlah sekolah PAUD hingga SD. Cara tersebut dilakukan agar asupan gizi terpenuhi mencegah tumbuh kembang anak tidak normal.
“Edukasi pemberian pola asupan gizi sangat penting diberikan oleh petugas kesehatan kepada ibu hamil,menyusui dan pemilik anak balita untuk rutin mengajak anak makan ikan dikombinasikan bersama lauk dan sayuran lain,” ungkap Samsu Rizal saat dikonfirmasi di Ketapang, Jumat (6/3/2020).
Melimpahnya hasil tangkapan ikan di pesisir disebutnya bisa dimanfaatkan masyarakat. Sebab saat ini sejumlah pedagang ikan laut kerap berkeliling untuk berjualan. Selain ikan laut jenis ikan air tawar yang dijual keliling bisa dimanfaatkan masyarakat untuk diolah menjadi asupan gizi pencegah stunting. Stunting yang terjadi mulai dari kandungan akan terlihat saat anak berusia dua tahun.
Peran kader Posyandu mengedukasi masyarakat dilakukan bagi sejumlah keluarga. Selain itu pemberdayaan perempuan menjadi cara mencegah stunting. Ajakan makan ikan melalui Gemari menurutnya menjadi salah satu intervensi yang akan diikuti oleh upaya lain. Intervensi yang dilakukan meliputi sanitasi, pemanfaatan pekarangan untuk budidaya sayuran dan kolam ikan.
“Pasokan ikan laut akan semakin lengkap dengan varian ikan air tawar dan protein dari hasil telur ayam,itik yang dibudidayakan,” cetus Samsu Rizal.

Esi Awarsih, bunda PAUD Kecamatan Ketapang menyebut Gemari jadi salah satu upaya cegah stunting. Ikan laut, air tawar menurutnya bisa diolah dengan bahan kuliner lain. Cara tersebut dilakukan agar asupan gizi bagi anak bisa lebih beragam. Olahan ikan yang dikombinasikan dapat dibuat menjadi bakso,nugget,sup sehingga disukai anak anak.
“Variasi makanan sehat akan disukai anak anak agar stunting bisa dicegah,selain itu ibu hamil harus rutin makan ikan,” bebernya.
Sejumlah ikan yang direkomendasikan bagi kesehatan anak cukup beragam. Jenis ikan yang bagus untuk tumbuh kembang anak meliputi ikan lele, mujahir, gurame, bawal. Sejumlah ikan laut jenis kurisi, tongkol, tengkurungan, cumi-cumi dan jenis ikan laut bisa jadi pilihan. Jenis olahan ikan bisa disajikan sepekan sekali untuk meningkatkan gizi anak pada masa pertumbuhan cegah stunting.
Suku, salah satu nelayan di Desa Bandaragung,Kecamatan Sragi menyebut Gemari membuat permintaan ikan meningkat. Ikan laut menurutnya bisa dibeli masyarakat langsung dari tempat pendaratan ikan. Hasil tangkapan ikan yang melimpah pada musim angin Barat diperoleh nelayan pesisir timur.
“Masyarakat bisa mendapatkan ikan segar dari nelayan sehingga asupan gizi keluarga bisa terpenuhi,” cetus Suku.
Berbagai jenis ikan laut yang dijual menurutnya cukup terjangkau. Sebab sejumlah ikan laut dijual oleh pelele atau pedagang ikan mulai Rp20ribu hingga Rp40ribu perkilogram. Harga yang terjangkau untuk berbagai jenis ikan mendukung Gemari dan asupan gizi yang sehat cegah stunting. Selain ikan laut berbagai jenis ikan tawar mudah diperoleh dari pembudidaya.