Musim Hujan Banyak Jalan Rusak di Bekasi
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Sejumlah titik jalan di Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai banyak rusak. Lubang jalan sudah banyak dikeluhkan masyarakat di sejumlah wilayah akibat curah hujan yang terus terjadi sejak awal tahun.
Zarkas, warga Jati Bening Baru, mengakui kondisi jalan di banyak berlubang akibat curah hujan. Bahkan jalur di jalan Jatibening Baru, menuju pintu masuk Tol Cikunir, Pondok Gede, kondisinya sangat memprihatinkan.
“Jalan itu padahal baru diaspal akhir tahun lalu. Tapi tidak sampai setengah bulan semua aspal mengelupas dan jalan balik lagi seperti sedia kala,” ujarnya kepada Cendana News, Rabu (4/3/2020).
Dikatakan, kasihan ibu-ibu saat berkendara di jalur Jalan Jatibening Baru, karena jalan tersebut kian sulit dilintasi akibat lubang. Apalagi jika dalam kondisi hujan jalur digenangi air.
Pantauan Cendana News, di berbagai ruas jalan di wilayah Kota Patriot banyak kerusakan, di sejumlah titik dan wilayah. Hal tersebut cukup membahayakan apalagi saat malam hari.
Seno, warga Jatimekar, berharap segera diperbaiki, karena jelasnya bukan hanya jalur utama yang rusak. Tapi di jalan perkampungan lebih parah lagi.
“Jalan aspal rusak di beberapa titik, tapi tetap harus hati-hati karena banyak lubang baru. Tapi lebih parah jalan kampung yang hanya dibuat seadanya, hujan tambah parah,” tukasnya.
Ratusan titik jalan rusak yang menyebar di seluruh wilayah Kota Bekasi tersebut diakui oleh Dinas Bina Marga Sumber Daya Alam (DBMSDA) Kota Bekasi. Hal tersebut sudah jadi perhatian dan akan menjadi fokus utama setelah cuaca tidak lagi hujan.
“Saat ini dalam data DBMSDA Kota Bekasi setidaknya ada 150 titik. Lokasinya tersebar hampir merata, diakibatkan curah hujan,” ungkap Kepala DBMSDA, Arief Maulana, kepada Cendana News.

Dikatakan bahwa kondisi jalan tersebut akan menjadi prioritas DBMSDA untuk segera dilakukan perbaikan setelah memungkinkan.
Menurutnya, sesuai hasil pemetaan tim di lapangan sementara disimpulkan di wilayah Joyo Martono dan Lingkar Utara yang paling banyak terdapat jalan rusak.
Wilayah tersebut imbuhnya, kemungkinan menjadi titik fokus utama. Namun demkian untuk perbaikan tentu butuh proses tidak serta merta langsung diperbaiki keseluruhan.
Arif juga menyinggung, terkait jembatan layang Rawa Panjang sudah dilakukan perbaikan. Sebelumnya diketahui jalan yang belum lama ini diresmikan sudah mengalami penurunan kepadatan tanah yang menyebabkan jalan rusak.
Dia memastikan bahwa dalam waktu dekat DBMSDA segera melakukan pendataan.
“Teknis bagi jalan rusak dan belum masuk dalam anggaran akan diusulkan melalui dana lain, seperti bantuan dana darurat, bantuan Provinsi Jawa Barat maupun DKI Jakarta,” jelasnya.