Makam Keramat Madhari di Kampung Sawah Terancam Longsor

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Makam Keramat Madhari Muhammad Kepri bin Muhammad Sainan, berlokasi di RT 06/RW 01, Kampung Sawah Kelurahan Jatimurni, Kota Bekasi Jawa Barat terancam longsor.

Posisi makam keramat tersebut, persis berada di bantaran Kali Cakung, bersama pemakaman warga lainnya. Bahkan pemakaman lain yang berada di sekitar makam sudah tergerus longsor saat hujan entitas tinggi melanda wilayah Bekasi beberapa waktu lalu.

Kuncen sekaligus ahli waris lahan Pemakaman Pak Samin, mengatakan longsor yang terjadi di areal pemakaman akibat hujan yang melanda Kota Bekasi puncaknya 25 Februari lalu.

“Akibat Longsor, banyak pemakaman tergerus bahkan jumlah yang sudah hilang tak terhitung lagi. Ini saja saya baru memindahkan satu makam,”ujar Samin, kepada Cendana News, Senin (2/3/2020).

Dikatakan kondisi tersebut sudah diketahui oleh RT, tapi sampai sekarang pihak kelurahan ataupun Kecamatan Pondok Melati belum ada melihat langsung. Padahal jelasnya, kondisinya sudah memprihatinkan.

Sudah banyak kain pocong, yang hanyut dan ketarik air. Menurutnya dulu ada dua baris kuburan sudah hilang, tapi untuk jumlah Samin mengaku tidak bisa menghitung dia hanya mengatakan sudah banyak yang hilang.

Juru Kuncen atau ahli Waris Samin, saat ditemui Cendana News, di lokasi pemakaman, Senin (2/3/2020). -Foto: M. Amin

Samin, berharap ada tindakan dari Pemerintah Kota Bekasi seperti turap, agar kikisan atau longsor tidak terus berlanjut dan banyak makam yang dibawa longsor.

“Kondisi ini sudah lama dan belum ada tindakan nyata dari pemerintah untuk melakukan turap. Padahal di atas bantaran Kali Cakung tersebut ada makam keramat yang dipercaya mensyiarkan agama Islam di Kampung Sawah,”ujarnya.

Menurutnya makam keramat Madhari Muhammad Kepri bin Muhammad Sainan lebih dikenal di Kampung Sawah sebagai makam keramat Sundari, memiliki petilasan di wilayah Karawang yang dijaga dan kerap dikunjungi.

Pantauan Cendana News di lokasi, beberapa makam terpotong bahkan ada beberapa kain pocong terlihat di sela tanah yang longsor tersebut. Ironisnya di bawah tebing tersebut terdapat komplek Perumahan Wahana Pondok Gede.

Dilihat dari bawah cukup jelas kain putih yang keluar dari selah tebing tersebut. Tetapi warga terlihat biasa saja dan tidak merisaukan hal tersebut.

Sekjen KNPI Kecamatan Pondok Melati, Maman, berharap ada solusi dan menjadi perhatian pemerintah terkait lokasi pemakaman tersebut karena sudah sangat memprihatinkan.

“Apakah nunggu semua makam yang ada tergerus baru ada tindakan. Karena sampai sekarang, sesuai laporan warga belum ada satupun aparatur melihat ke lokasi tersebut,”tukasnya saat melihat langsung ke lokasi longsor.

Menurut Maman, informasi di lapangan bahwa kondisi tersebut sudah lama terjadi, tetapi belum ada tindakan nyata dari Pemerintah. Jika dia biarkan maka tidak menutup kemungkinan longsor akan terus terjadi dan makam yang ada akan terus tergerus.

Warga lainnya, M Fauzi mengaku bahwa di lokasi pemakaman tersebut dulu ada satu makam keluarga. Tapi sekarang sudah hilang bersama makammlainnya karena tergerus longsor.

“Sudah banyak Makam tergerus terbawa arus saat hujan dan Kali Cakung, banjir besar. Belum ada solusi,” jelasnya.

Lihat juga...