Kaum Wanita Diajak Bijak Bermedsos dan Cegah Covid-19

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Ustad Ahmad Muklisin mengajak kaum wanita bijak menggunakan media sosial (medsos). Kemajuan zaman dengan maraknya penggunaan gawai, android harus dimanfaatkan untuk penggunaan hal positif.

Hal tersebut diungkapkan ustaz Muklisin saat kegiatan pengajian akbar tim penggerak PKK Desa se-Kecamatan Ketapang di Masjid Nurul Iman.

Gawai yang memiliki fungsi untuk komunikasi tersebut berpotensi untuk mencari informasi. Sebab dengan adanya android menjadi sarana untuk mendalami ilmu agama, pengetahuan. Namun dengan kecanggihan teknologi kaum wanita bisa mengontrol penggunaan media sosial. Media sosial bisa dimanfaatkan untuk tujuan positif dan negatif.

Ustaz Ahmad Muklisin, penceramah pada pengajian akbar tim penggerak PKK Kecamatan Ketapang Lampung Selatan ditemui usai kegiatan di Nurul Iman Desa Legundi Kecamatan Ketapang, Rabu (4/3/2020). -Foto: Henk Widi

Wanita diajak bijak menggunakan media sosial karena saat ini muncul beragam informasi hoax dan menyesatkan. Sejumlah informasi yang benar diakuinya bisa dimanfaatkan oleh kaum wanita. Keberadaan media sosial sekaligus menjadi tantangan bagi wanita zaman modern. Sebab meski memakai media sosial wanita diajak tetap menjaga salat, puasa, menjaga harga diri, taat kepada suami.

“Penggunaan media sosial bagi wanita bisa menjadi berkah tapi juga musibah sehingga harus bisa dimanfaatkan dengan baik terutama bagi anggota tim penggerak PKK Kecamatan Ketapang,” terang ustaz Ahmad Muklisin saat ditemui usai pengajian di Masjid Nurul Iman, Desa Legundi, Rabu (4/3/2020).

Media sosial menurut ustaz Ahmad Muklisin bisa menjadi sarana untuk keharmonisan suami istri. Kehadiran media sosial menurutnya bisa digunakan untuk hal positif dalam informasi perkembangan virus corona (Covid-19). Sebab bagi sebagian anggota pengajian yang akan melakukan umrah ke Mekah, Arab Saudi sedang ditunda sementara. Informasi tersebut bisa diperoleh dengan penggunaan internet dan media sosial.

Informasi positif melalui media sosial menurut ustaz Ahmad Muklisin bisa dimanfaatkan untuk memperdalam ilmu agama. Sebab sejumlah lnformasi yang positif kerap tertutup oleh berbagai informasi negatif. Wanita yang sebagian merupakan anggota PKK bisa mempergunakan gawai, media sosial untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Sebagian wanita yang kreatif bisa berjualan sejumlah produk,artinya bisa dimanfaatkan untuk hal positif,” beber ustaz Ahmad Muklisin.

Winarni Nanang Ermanto (kedua dari kiri) Plt Ketua tim penggerak PKK Lampung Selatan usai kegiatan pengajian di Masjid Nurul Iman,Legundi, Rabu (4/3/2020). -Foto: Henk Widi

Ketua tim penggerak PKK Lamsel, Winarni Nanang Ermanto menyebut pengajian bisa membekali kaum wanita dengan ilmu positif. Sebab pengajian bisa membekali kaum wanita untuk menjadi istri solehah. Sebab salah satu program kerja PKK diantaranya meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Menyikapi munculnya virus Covid-19 ia menghimbau agar kaum wanita bisa menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Perilaku hidup bersih dan sehat dan lingkungan yang sehat bisa menjadi pencegah munculnya penyakit,” beber Winarni Nanang Ermanto.

Hingga saat ini di Lamsel dipantau oleh Dinas Kesehatan sejumlah warga yang berpotensi terpapar corona. Sebab sebagian warga yang melakukan perjalanan ke luar negeri melalui bandara akan dipantau. Pantauan dilakukan bagi warga yang selesai melakukan umrah dan bepergian keluar negeri. Ia mengajak kaum wanita untuk menjaga kesehatan keluarga mencegah Covid-19.

Esi Awariah, ketua tim penggerak PKK Kecamatan Ketapang menyebut wanita perlu menjaga silaturahmi. Melalui pengajian kaum wanita juga diajak untuk menggunakan media sosial dengan baik. Sebab keberadaan gawai bisa dipakai untuk menjalin silaturahmi, mendapat informasi. Merebaknya virus Covid-19 juga diimbau bagi kaum wanita untuk ikut menjaga kesehatan keluarga.

“Wanita miliki peranan dalam mendukung kesehatan serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan,” beber Esi Awariah.

Kegiatan pengajian rutin tim penggerak PKK tingkat kecamatan disebutnya bertujuan positif. Sebab bagi kaum wanita tausiah yang diberikan oleh berkaitan dengan relasi yang baik antara suami dan istri. Melalui kegiatan pengajian rutin kaum wanita bisa mendapat siraman rohani yang bisa diterapkan dalam kehidupan berkeluarga.

Lihat juga...