Helm Panel Surya, Bisa Isi Ulang Baterai Ponsel
Editor: Makmun Hidayat
SEMARANG — Energi terbarukan menjadi prioritas pemerintah, dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat. Selain ramah lingkungan, energi alami ini juga tidak akan habis bahkan berkelanjutan jika dikelola dengan baik.
Konsep energi berkelanjutan atau sustainable energy ini coba diusung oleh para siswa SMAN 5 Semarang, dengan menciptakan helm panel surya atau tenaga matahari, yang bisa difungsikan sebagai penyedia daya listrik untuk mengisi ulang baterai ponsel.
“Helm panel surya, yang kita beri nama ZLB dari kata Zalubar, yang berarti macan pemuda, ini untuk mencerminkan sekolah kita yang terletak di Jalan Pemuda Semarang, merupakan pelindung kepala dengan inovasi sistem charger untuk baterai ponsel, sehingga diharapkan bisa memberikan kemudahan untuk pengendara motor, yang ingin mengisi ulang baterai ponsel mereka saat di jalan. Helm ini juga bisa dimanfaatkan oleh pengemudi ojek online,” papar ketua tim SMAN 5 Semarang, Jovita Anmaria, saat ditemui di sekolah tersebut, Rabu (4/3/2020).

Dipaparkan, dalam proses membuatannya cukup sederhana. Pihaknya menggunakan helm berstandar SNI, yang ada di pasaran. Kemudian dilengkapi dengan panel surya, yang disambungkan dengan rangkaian pengubah arus.
“Kita masukkan kedalam busa helm, sehingga tidak terlihat dari luar namun juga tetap nyaman saat dikenakan. Selanjutnya, dari rangkaian tersebut, kemudian disambungkan dengan universal serial bus atau USB, yang biasa menjadi port untuk mengisi ulang baterai ponsel.
“Kita gunakan helm jenis Bogo, yang saat ini sedang trend di kalangan anak muda. Kemudian kita beri panel surya, yang mampu menampung daya hingga 6000 mAh. Dibutuhkan waktu 4 hingga 5 jam di bawah sinar matahari, untuk bisa mencapai kapasitas penuh,” tambahnya.
Namun untuk sekedar mengisi penuh beterai ponsel, tidak perlu waktu selama itu. “Cukup hanya satu jam, panas matahari yang masuk sudah bisa menghasilkan listrik dan mengisi ulang baterai ponsel hingga penuh. Selama satu jam tersebut, sudah bisa untuk dua kali pengisian, “, tandas Jovita.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 5 Semarang Siswanto, menerangkan helm tenaga surya karya siswa tersebut merupakan bagian dari proyek perusahaan rintisan siswa atau student company, Ristavo Student Company, yang fokus pada bidang ecopreneur.
“Helm tenaga surya ini, merupakan produk inovasi pertama dari Ristavo Student Company. Nantinya juga akan dijual untuk masyarakat umum. Harganya sekitar Rp 500 ribu. Kita dari pihak sekolah tentu mendukung penuh usaha rintisan siswa ini,” paparnya.
Dijelaskan, student company tersebut diharapkan juga mampu meningkatkan kemampuan soft skill siswa dari berbagai aspek. Mulai dari komunikasi, cara menjalin relasi, pemasaran hingga presentasi. “Mudah-mudahan ini bisa menjadi bekal mereka kelak, dalam mengembangkan kemampuan diri masing-masing,” pungkas Siswanto.