GMNI Sikka Bagikan Masker Gratis
Editor: Koko Triarko
MAUMERE – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan aksi sosial membagikan masker, sarung tangan dan brosur untuk pencegahan penularan Covid-19.
Dana untuk pembelian masker dan sarung tangan didapat dari aksi penggalangan dana yang dilakukan, dan dana tersebut dibelikan 750 masker dan 100 sarung tangan yang dibagikan secara gratis kepada masyarakat di perempatan patung Teka Iku Maumere.
“Pembagian masker dan sarung tangan merupakan upaya untuk merangsang kesadaran bersama dalam menghadapi bahaya Covid 19. Pembagian merupakan kerja sama GMNI Sikka dan Dinas Kesehatan, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19,” kata Alvinus L.Ganggung, Ketua GMNI cabang Sikka, Senin (23/3/2020).
Pembagian masker dan sarung tangan serta brosur mengenai virus Covid-19, sebut Alvin sapaannya, dilakukan bekerjasama dengan dinas kesehatan kabupaten Sikka, sekaligus dalam rangka dies natalis ke-66 GMNI.
Dia menyebutkan, tindakan cepat dan secara sadar ini dilakukan karena Covid-19 adalah salah satu virus yang mematikan, dan Rumah Sakit TC. Hillers Maumere ditunjuk menjadi rumah sakit rujukan regional.
“Sayangnya fasilitas kesehatan di Rumah Sakit TC Hillers Maumere ini belum memadai. GMNI memandang kebijakan pemerintah ini merupakan kebijakan yang sangat membahayakan nasib tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit ini,” tegasnya.
Sejak mendapat kepercayaan sebagai rumah sakit rujukan, kata Alvin, TC Hillers Maumere belum memiliki ruangan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk penyakit Covid-19, bahkan Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga kesehatan juga belum ada.
GMNI Sikka, kata dia, melihat tindakan Pemda Sikka dalam menerima kepercayaan ini merupakan tindakan secara sadar untuk membunuh masyarakat dan tenaga kesehatan, dan ini merupakan tindakan bunuh diri.
“Hasil advokasi, kami menemukan setiap apotek yang ada di kota Maumere mengalami kehabisan stok masker dan hand sanitizer. Padahal, masker merupakan solusi terbaik mencegah penularan virus melalui bersin atau flu,” ujarnya.
Pengecekan GMNI Sikka, sebut Alvin, masker sejak Januari di setiap apotek di kota Maumere harganya sangat mahal, dan stoknya pun sering tidak ada. Namun lucunya, di kios-kios kecil tersedia masker dengan harga Rp7.000 sampai Rp10.000 per lembar.
GMNI menduga, ada oknum tertentu yang memanfaatkan momentum ini untuk melakukan bisnis masker, sehingga dapat menarik keuntungan yang besar.
“Kami meminta Polres Sikka segera menindaktegas mafia masker yang ada di kabupaten Sikka,” tegasnya.
Sementara itu Sekertaris GMNI Sikka, Mario Oscar Carmelos menambahkan, dalam kegiatan penggalangan dana dan pembagian masker serta sarung tangan dan brosur gratis ini melibatkan 15 anggota.
Mario meminta agar pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan, agar merespone cepat pengadaan fasilitas kesehatan untuk penanganan Covid-19 di kabupaten Sikka, terutama ruang isolasi sesuai standar dan APD.
“Kami juga mendesak agar Polres Sikka selalu berkeliling dan memantau segala aktivitas masyarakat, termasuk menertibkan atau mengamankan orang-orang yang berkeliaran tanpa alasan jelas,” ujarnya.
GMNI, kata Mario, juga meminta agar pemerintah kabupaten Sikka bisa mengupayakan pengadaan masker dan hand sanitizer, agar bisa dibagikan kepada segenap masyarakat kabupaten Sikka untuk mencegah penularan Covid-19.