Gubernur DKI Diminta Segera Cairkan BTT
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Wakil ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik, mendesak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk segera mengalokasikan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk warga terdampak Covid-19. Khususnya, untuk warga tidak mampu yang bisanya bekerja harian atau berpenghasilan tidak menentu.
Hal itu, menurut Taufik, agar warga berpenghasilan tidak menentu atau pekerja harian ini dapat mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah, menghindari penyebaran virus Corona.
“Sekali lagi saya tegaskan, mereka perlu mendapatkan bantuan dana. Jadi, sudah saatnya gubernur segera mencairkan anggaran BTT tersebut,” katanya, di Balaikota, Senin (23/3/2020).
Taufik berpendapat, bahwa imbauan agar warga ibu kota tidak ke luar rumah untuk menghentikan penyebaran penularan Covid-19 tidak akan efektif, jika tidak dibarengi dengan pemberian bantuan kepada warga miskin pekerja harian. Sebab, mereka yang bekerja harian ini tidak akan bisa memberi makan keluarganya, bila harus tinggal di rumah dan tidak bekerja.
“Cara satu-satunya agar imbauan itu efektif, ya dengan memberikan mereka bantuan agar dapat tetap memberi makan keluarganya selama mereka tinggal di rumah,” katanya.
Di sisi lain, Taufik juga mengingatkan agar pemberian bantuan dari dana BTT tersebut dilakukan secara benar, melalui pengawasan yang ketat.
Tujuannya agar penyaluran dana tepat sasaran, kepada mereka yang benar-benar membutuhkan. Penyalurannya harus benar-benar diawasi dengan teliti, jangan sampai salah sasaran.
“Pemberian dana ini dapat terus dilakukan, hingga penyebaran virus Corona sudah benar-benar dapat dikendalikan. Karena seperti diketahui, pandemi virus Corona merupakan masalah yang serius. Dengan jumlah korban yang terus bertambah, diperlukan langkah-langkah yang cepat dan tepat dalam penanganannya,” katanya.
Ketua II Gugus Tugas Covid-19 DKI Jakarta, Catur Laswanto, menyampaikan total pasien positif Covid-19 sebanyak 355, kalau dbandingkan kemarin yang 303, maka terjadi kenaikan 52 orang. Ada pun yang sembuh adalah 22 orang, meninggal 29 orang.Ada kenaikan, karena kemarin 25, dan tenaga kesehatan yang terinveksi mencapai 42 orang.
Dikatakan Catur, jumlah daerah pantauan hari ini 1.465, dan yang telah selesai dipantau sejumlah 1.064, dan yang masih dalam pemantauan sejumlah 401 orang. Dengan jumlah pasien dalam pengawasan adalah 691 orang, dan yang masih dirawat sampai hari ini berjumlah 430 orang, sedangkan 261 orang sudah pulang.
Catur menambahkan, kegiatan lain adalah Satpol PP terus melakukan penutupan terhadap tempat hiburan sebagai tindak lanjut surat edaran dinas pariwisata.
Catur mengimbau teman wartawan untuk terus-menerus memberitakan atau memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar betul mematuhi imbauan seruan dari pemerintah.
Plt. Kepala Biro Kerja Sama Daerah Setda Provinsi DKI Jakarta, Andhika Permata, ikut menambahkan, bahwa kita telah menerima beberapa bantuan dari dunia usaha, lembaga kemasyarakatan. Bantuan yang diberikan yang memang sangat dibutuhkan, yaitu terkait dengan equipment kesehatan, di antaranya masker, sarung tangan, disinfektan, dan beberapa bagian alat pelindung diri, sepatu boot dan lain-lain.
Andhika mengucapkan terima kasih atas partisipasi elemen masyarakat yang telah mendukung Pemprov DKI untuk menanggulangi Covid-19.
“Yang disampakan Pak Gubernur, termasuk sanksi bubarkan jika tetap lakukan pertemuan, ya sanksi itu tegas, jadi kita dengarkan, pangdam, kapolda, satpol pp turun, untuk pastikan tidak dilaksanakan pertemuan atau kumpulan yang bisa mengakibatkan penyebaran,” tegasnya.