Air Kali Jompo Naik, Warga Klungkung Jember Mengungsi
JEMBER – Puluhan warga Desa Klungkung di Kabupaten Jember, Jawa Timur mengungsi ke tempat yang aman, setelah debit air Sungai (Kali) Jompo naik hingga mencapai 1,5 meter.
Hujan yang mengguyur di bagian hulu Pegunungan Argopuro sejak Sabtu (29/2/2020) siang hingga sore hari, menjadi penyebab naiknya air. “Sebanyak 61 kepala keluarga (KK) mengamankan diri dengan mengungsi ke tempat yang aman karena khawatir dengan peningkatan debit air Sungai Kalijompo yang semakin naik,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Heru Widagdo di Jember, Sabtu (29/2/2020) malam.
Tercatat, hujan yang turun di Pegunungan Argopuro menyebabkan permukaan air Sungai Kembang mengalami kenaikan setinggi satu meter, dengan air berwarna keruh. Hal itu terpantau di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi pada Sabtu (29/2/2020) sore pukul 15.35 WIB. “Pada pukul 16.00 WIB sungai surut, namun pada pukul 17. 25 WIB tiba-tiba air datang dengan kenaikan setinggi 1,5 meter dan pada waktu dan jam yang sama, juga terjadi peningkatan debit air di Kali Jompo,” katanya.
Diketahui, Sungai Kembang dan Kali Jompo menjadi satu aliran di Dusun Gendir, Desa Klungkung. Pada pukul 18.00 WIB air sudah sampai di DAM Sembah, dan pukul 18.09 WIB air mulai naik di Dam JAKI hingga meluber ke persawahan penduduk. “Warga Tempean di Kelurahan Slawu berusaha membendung tanggul sebelah utara sungai memakai alat seadanya, untuk antisipasi banjir luapan yang sebelumnya meluber ke pemukiman warga setempat, namun sampai saat ini air belum meluber ke rumah warga,” katanya.
Pada pukul 18.18 WIB, air mulai meluber dari Dam Sembah ke halaman rumah warga, namun tidak sampai masuk ke rumah warga di RT 3 dan RT 4 Gebang Poreng. Petugas mendapat laporan, jembatan Klungkung putus pada pukul 18.22 WIB, kemudian air mulai berangsur-angsur surut. “Kami juga mendapat laporan jembatan Klungkung putus dan plengsengan ambrol sepanjang delapan meter, tinggi enam meter di depan pondok Bahrul Ulum Gebang Poreng,” ungkapnya.
Petugas masih terus bersiaga, memantau kenaikan debit air sungai yang dapat mengancam rumah warga yang berada di bantaran sungai. “Petugas juga mengimbau masyarakat yang berada di daerah alian sungai untuk meningkatkan kesiagaannya,” pungkas Heru Widagdo. (Ant)