Wabah Corona, RSUD Kepri Sediakan Ruang Tekanan Negatif
TANJUNGPINANG – RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang, Provinsi Kepri, sudah menyediakan ruang tekanan negatif. Ruangan tersebut disediakan bagi pasien yang terjangkit virus corona.
Ruang khusus tersebut disediakan, agar virus tidak menyebar ke lingkungan sekitar. “Untuk ruang isolasi ada sepuluh ruang perawatan, lalu ada dua ruangan di ICU dan di IGD untuk penanganan awal. Jadi ketika pasien datang, tetap pintu masuknya di IGD,” ujar Elfiani Sandri, Plt Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, Sabtu (1/2/2020).
Ruangan tersebut tidak hanya untuk pasien virus corona, tetapi juga untuk pasien lain dengan airborne disease atau penyakit dengan resiko penularan melalui udara, seperti TB (tuberkulosis) paru. “Pasien dengan airborne disease seperti virus corona, harus ditangani dengan khusus,” jelasnya.
Elfiani menyebut, ada dua cara penanganan pasien corona, pasien rujukan baik dari Puskesmas, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) atau dari praktek dokter dan pasien yang datang sendiri ke rumah sakit. Namun pada dasarnya, pelayanan keduanya tidak jauh berbeda.
Pasien rujukan akan langsung disambut petugas yang menggunakan Alat Pengaman Diri (APD), kemudian pasien ditangani di IGD terlebih dahulu. Setelah itu pasien dipindahkan ke ruang rawat khusus, dengan menggunakan lift untuk pasien.
“Pasien nanti dirawat di ruang khusus dengan tekanan negatif, kalau tekanan negatif, artinya tidak akan menyemburkan udara keluar dari ruangan. Ruangan tersebut dibuat bertekanan negatif secara mekanis dengan menggunakan blower, bisa dibuktikan bertekanan negatif dengan alat magnehelic yang kita pasang,” jelasnya.
Jika ada pasien yang dengan corona viruensi (derajat patogen untuk menyebabkan penyakit tinggi) ganas, maka satu sayap perawatan akan dikhususkan untuk merawat pasien tersebut sedangkan pasien lain, akan dipindahkan. “Ruang isolasi sudah siap, jadi ketika ada suspect pasien corona masuk, pasien lain akan kita evakuasi. Mobilisasi ke ruangan lain yang sudah kita siapkan,” ungkap Elfiani.
Rumah sakit juga bersiap untuk pasien yang bukan rujukan, atau pasien yang memang datang sendiri. Setiap pasien akan ditanya di meja rawat, apakah mengalami demam, batuk atau sesak nafas dan pernah melakukan kontak dengan daerah terjangkit. “Petugas akan mengidentifikasi, jika sesuai dengan gejala corona dan pernah kontak dengan daerah terjangkit, akan kita arahkan ke ruang khusus di IGD,” tuturnya. (Ant)