Disnak: NTT Potensial Kembangkan Ternak Ayam

Dany Suhadi. (ANTARA)

KUPANG — Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dany Suhandi mengemukakan bahwa daerah itu masih sangat potensial untuk mengembangkan usaha peternakan ayam, untuk memenuhi kebutuhan telur maupun bibit.

“Untuk usaha peternakan ayam masih sangat potensial, karena kebutuhan telur maupun bibit ayam untuk NTT, sebagian besar masih didatangkan dari luar,” katanya di Kupang, Rabu (5/2/2020).

Menurut dia, kebutuhan day old chicken (DOC) atau ayam berumur satu hari untuk seluruh NTT saja, baik untuk Flores, Sumba dan Timor setiap tahunnya mencapai 19,3 juta ekor.

Begitupun kebutuhan telur untuk NTT, setiap tahun mencapai 7.500 ton atau sekitar 130 juta butir telur, katanya.
“Kebutuhan DOC kita 19,3 juta ekor per tahun, untuk seluruh NTT, dan untuk telur minimal 7.500 ton, atau 7,5 juta kg,” katanya.

“Kalau 1 kilo gram ada 15 sampai 16 butir, maka kita membutuhkan sekitar 130 juta butir per tahun atau sekitar 299 ribu butir telur per hari yang harus kita sediakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya menjelaskan.

Mengenai produksi lokal, dia mengatakan, saat ini produksi telur lokal hanya bisa memenuhi kurang lebih 70-80 ribu butir.

“Jadi praktis pemasukan telur dari luar untuk memenuhi kebutuhan saja sekitar 199 ribu butir per hari,” katanya menjelaskan.

Karena itu, pihaknya terus berupaya mendorong pengusaha untuk mengembangkan usaha di wilayah itu. [Ant]

Lihat juga...