Tingkatkan Kenyamanan Pengunjung, TMII Terus Bersolek
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) terus berupaya meningkatan pelayanan bagi kenyamanan pengunjung, dengan melakukan revitalisasi infrastruktur. Salah satunya, perbaikan saluran drainase dan peninggian trotoar.
Manajer Informasi, Budaya, dan Wisata TMII, Sachur YT, mengatakan, TMII berusia 45 tahun pada 20 April 2020 mendatang, dan banyak bangunan atau infrastuktur yang sudah rusak, diantaranya trotoar dan drainase.

Sehingga manajemen TMII harus segera berbenah melakukan perbaikan-perbaikan, sebagai upaya untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung.
“Awalnya trotoar ini dibuat pendek. Nah, sekarang ini diperbaiki, ditinggiin biar kendaraan nggak bisa parkir di atas trotoar,” kata Sachur kepada Cendana News, Kamis (30/1/2020).
Menurutnya, perbaikan trotoar akan dilakukan di seluruh area TMII, baik lingkar dalam maupun luar. Sehingga diharapkan dengan perbaikan trotoar ini akan menjadikan area TMII semakin rapi penataan lingkungannya.
“Nanti seluruh trotoar keliling area TMII diperbaiki, agar menjadi rapi memberi kenyamanan bagi pengunjung. Mereka bisa nyaman berjalan kaki di atas trotoar,” ujarnya.
Selain trotoar, manajemen juga memperbaiki saluran drainase. Yang tadinya salurannya rendah kemudian diperdalam lagi.
“Perbaikan trotoar dan saluran drainase, masih dalam proses pelaksanaan, dimulai di depan wahana Skyworld, hingga nanti sekeliling area TMII diperbaiki,” jelasnya.
Selain itu, wahana rekreasi juga diperbaiki, diantaranya Istana Anak-Anak dan Dunia Air Tawar. “Semua berbenah tapi ya disesuaikan dengan anggaran yang ada,” imbuhnya.
Sebelumnya pelebaran jalan untuk memperlancar akses kendaraan telah dilakukan. Seperti di samping Anjungan Sulawesi Tenggara, di seberang Plaza Tugu Api Pancasila yang mengarah ke stasiun kereta api mini, dan di depan Museum Penerangan, tepatnya di dekat pintu 2 TMII.
Perluasan area parkir juga menurut Sachur, menjadi perhatian manajemen TMII, mengingat kendaraan masuk selalu meningkat. Apalagi pada hari Sabtu-Minggu atau liburan sekolah sehingga mengurai kemacetan di dalam area TMII.
Untuk memberikan kenyamanan pengunjung, manajemen TMII membangun fasilitas area parkir di samping Museum Migas, tepatnya dekat pintu 4. Juga disamping Skyworld khusus untuk bus, dan perluasan parkiran dengan memotong halaman miniatur Candi Borobudur.
“Banyak kemacetan, parkiran belum memadai. Maka manajemen menambah parkiran baru, dan mengoptimalkan yang sudah ada. Seperti parkiran di Taman Burung,” tutur Sachur.
Untuk pintu masuk, TMII memiliki 4 pintu dan semua sarana tersebut sudah diperbaiki. Seperti pintu utama TMII, pintu dua (gerbang utara), pintu tiga (gerbang selatan) dan pintu empat (gerbang timur).
TMII juga menambah satu pintu lagi yaitu di samping Taman Tionghoa dan Museum Perangko. Ini adalah pintu lima yang digunakan untuk akses keluar kendaraan, manakala area TMII sudah sangat macet.
“Pintu lima ini khusus akses keluar kendaraan saja. Tahun baru dan HUT TMII, kita buka untuk menghindari kemacetan,” ujarnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pintu lima ini masih dalam proses pembuatan jalan untuk tembus ke Jalan Raya Cilangkap. Rencananya, di luar pintu lima tersebut akan dibangun gedung parkir untuk kendaraan yang akan masuk ke TMII.
“Jadi semua kendaraan parkir di sana, kemudian untuk masuk ke dalam TMII, pengunjung dapat menggunakan mobil wisata,” ujarnya.
Manajemen TMII juga telah melakukan revitalisasi pengembangan inovasi pembangunan. Seperti perbaikan danau miniatur yang masih dalam proses pelaksanaan, dan juga gedung Teater Tanah Airku yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas.
Adapun Museum Indonesia, Teater Imax Keong Emas dan Taman Burung telah selesai diperbaiki, serta wahana lainnya.
“Kita bersolek dengan ragam inovasi perbaikan sarana prasarana untuk kenyamanan pengunjung,” pungkasnya.