Sinergi Kampung Dongeng dan Sekolah, Budayakan Cinta Mendongeng
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Kampung Dongeng Lampung Selatan (Lamsel) terus bersinergi dengan sejumlah unsur meningkatkan budaya cinta mendongeng.
Retno Sri Darwati, Ketua Kampung Dongeng Lamsel menyebut dongeng memiliki fungsi edukatif bagi anak dalam masa tumbuh kembang. Sinergi disebutnya dilakukan dengan pegiat literasi, sekolah TK hingga SD.

Sepanjang 2019 bunda Retno sapaan akrabnya menyebut, telah melakukan sejumlah workshop atau pelatihan mendongeng. Pelatihan diantaranya digelar bagi sejumlah tenaga pendidik (Tendik) tingkat PAUD, TK hingga SD.
Sejumlah tendik menurutnya dibekali dasar mendongeng hingga penggunaan sejumlah alat peraga. Selain itu perlengkapan penunjang buku dongeng menjadi perhatian bagi perpustakaan sekolah.
Bunda Retno menyebut mendidik anak tidak boleh mendadak. Butuh sejumlah proses salah satunya memperhatikan tingkat perkembangan anak. Dunia anak yang masih dipenuhi kegiatan bermain bisa dimasuki nilai edukasi dengan mendongeng.
Peranan orangtua, tendik dalam mendongeng menurutnya terus disampaikan ke sejumlah sekolah dan desa yang ada di Lamsel.
“Program Kampung Dongeng Lamsel melakukan pelatihan kepada tenaga pendidik, orangtua agar bisa mendongeng sesuai tingkat usia anak dengan harapan agar nilai edukasi yang akan disampaikan sesuai perkembangan psikologis anak,” ungkap Retno Sri Darwati saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (30/1/2020)
Bunda Retno menambahkan kegiatan mendongeng bisa diselipkan dalam kegiatan edukatif di sekolah. Selain itu fasilitas perpustakaan sekolah yang menyediakan beragam buku bisa dimanfaatkan.
Salah satu peran yang dilakukan kampung dongeng diantaranya memfasilitasi kemampuan mendongeng melalui pelatihan. Sebab teknik mendongeng menjadi satu cara isi pesan moral sebuah dongeng tersampaikan ke anak.
Dari sekitar 260 desa pada 17 kecamatan yang ada di Lamsel, bunda Retno menyebut kampung dongeng telah masuk ke sejumlah desa. Kegiatan mendongeng diakuinya telah dilakukan di Kecamatan Penengahan, Palas, Katibung, Rajabasa.
Targetnya pada 2020 ini dari 17 kecamatan yang belum dikunjungi kampung dongeng akan bersinergi dengan pengurus PKK desa.
“Selain guru pendidik peranan ibu PKK yang sebagian merupakan orangtua sangat penting melatih mendongeng,” bebernya.
Hingga kini bunda Retno menyebut meski hanya terdiri dari 6 relawan pendongeng, ia berharap akan terus bertambah. Sebab kampung dongeng memiliki misi agar setiap desa memiliki satu relawan yang memiliki keahlian mendongeng.
Relawan disebutnya akan diperlukan dalam sejumlah kegiatan edukatif di sejumlah sekolah dan berbagai kegiatan kemanusiaan.
Peran kampung dongeng Lamsel sebagai organisasi yang bergerak dalam dunia edukasi menurutnya mulai merambah ke sejumlah wilayah. Selain kegiatan di Lamsel kampung dongeng juga diundang dalam sejumlah kegiatan mendongeng di Bandarlampung.
Selain meningkatkan kapasitas relawan, kampung dongeng mengajak sejumlah sekolah menambah koleksi buku dongeng.
Topan Hariyono, Kepala SDN 1 Pasuruan menyebut sesuai kurikulum Kementerian Pendidikan yang baru kegiatan mendongeng cukup penting. Sebagai upaya mendukung kegiatan itu setiap bulan siswa diajak belajar sehari di luar kelas.

Kegiatan mendengarkan dongeng, membaca buku dongeng menjadi salah satu materi sehari belajar di luar kelas.
“Koleksi buku yang ada didominasi dengan buku penunjang akademik ada 6000 buku, tapi ratusan diantaranya buku dongeng,” cetus Topan Hariyono.
Sekolah disebutnya juga memiliki program membaca 15 menit sebelum belajar. Salah satu buku yang wajib dibaca meliputi buku dongeng dengan kewajiban siswa meresensi dan menceritakan ulang.
Cara tersebut dilakukan menumbuhkan kecintaan anak mendongeng. Tenaga didik juga diberi kesempatan mengikuti workshop mendongeng.
Ana Ventalensi, guru kelas 3 di sekolah itu menyebut membaca buku 15 menit menjadi cara siswa mencintai buku dongeng. Buku yang disiapkan menurutnya akan selalu diganti dengan buku yang baru dari perpustakaan.
Sejumlah koleksi buku yang terus ditambah menurutnya akan menjadi cara menarik minat siswa membaca buku.
“Siswa yang membaca buku dongeng saat sehari belajar di luar kelas diminta mendongeng dari buku yang pernah dibaca,” ungkap Ana Ventalensi.
Kegiatan membaca buku dongeng menurutnya sangat penting. Sebab di tengah minat anak-anak akan gawai buku dongeng masih diperlukan. Sebagian buku dongeng yang berisi kisah rakyat, legenda dan nilai-nilai kearifan lokal masih relevan dengan kehidupan modern.
Dongeng disebutnya sekaligus menjadi cara menyampaikan pesan moral yang baik bagi siswa melalui tokoh di dalam dongeng yang dibaca.