Sekolah Miliki Peran Penting Lestarikan Obat Tradisional

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Mengenalkan sejak dini kepada anak didik akan pentingnya melestarikan obat tradisional mulai diterapkan oleh TK PGRI Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel). Berbagai jenis tanaman obat keluarga (Toga), buah dan sayuran sebagai warung hidup menghiasi halaman sekolah tersebut.

Rumsih, Kepala TK PGRI Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan bersama sejumlah orangtua wali murid menanam toga di area sekolah, Jumat (31/1/2020). Foto: Henk Widi

Rumsih, kepala TK PGRI Pasuruan menyebutkan, salah satu fungsi tanaman obat tradisional untuk menjaga kesehatan siswa. Tercatat ada sekitar 50 jenis tanaman yang ditanam oleh sekolah. Seperti kencur, jahe, kunyit, temu lawak, hingga buah mangga dan sirsak.

“Kepada para orangtua siswa sekolah menganjurkan untuk menanam obat tradisional jika ada anak demam, panas sejumlah tanaman bisa dimanfaatkan agar tidak tergantung pada obat pabrik di apotek,” papar Rumsih saat ditemui Cendana News, Jumat (31/1/2020).

Rumsih menyebut pelibatan orangtua siswa dilakukan dengan mewajibkan membawa sejumlah tanaman obat. Penanaman dilakukan dengan memanfaatkan sejumlah barang bekas berupa kemasan minyak, botol air mineral dan plastik kemasan lain.

“Tanaman obat tradisional yang ditanam di sekolah sekaligus menjadi bibit, jika ada orangtua yang butuh bisa ditanam di rumah,” beber Rumsih.

Penciptaan lingkungan yang sehat menurut Rumsih dilakukan juga dengan menjadikan sekolah kawasan tanpa rokok (KTR). Pasokan oksigen dari sejumlah tanaman telah diperbanyak dengan jenis pohon sirsak, jambu air, jambu jamaica hingga mangga.

Lina, salah satu wali murid TK PGRI Pasuruan menyebut penanaman obat tradisional di lingkungan sekolah sangat penting. Orangtua yang berkumpul di sekolah mengantar siswa menurutnya bisa saling bertukar ilmu tentang fungsi sejumlah tanaman obat.

“Kearifan lokal dalam pemanfaatan obat tradisional bagi anak yang diwariskan turun temurun dan kini harus dilestarikan,” bebernya.

Bidan Emalia, S.Km, pelaksana program promosi kesehatan UPT Puskesmas rawat inap Penengahan menyebutkan, penanaman obat tradisional sangat penting. Pada sejumlah kunjungan ke sekolah ia menganjurkan guru, orangtua, murid untuk menanam obat tradisional.

“Pemanfaatan obat tradisional bisa diajarkan sejak dini agar generasi muda tahu cara menjaga kesehatan dengan obat yang ada di sekitar pekarangan,” beber Emalia.

Kegiatan kunjungan rutin Puskesmas ke sekolah disebutnya juga dilakukan untuk pemeriksaan kesehatan. Bagi para siswa pemeriksaan rutin yang dilakukan diantaranya tinggi badan, berat badan, gigi, mulut dan pemeriksaan lain. Pihak sekolah menurutnya ikut berperan penting mengajak siswa melakukan pola hidup sehat.

Lihat juga...