Satpolairud Polres Lamsel Galakkan Penghijauan Kawasan Pesisir

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Laksanakan instruksi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si, anggota Satpolairud Polres Lamsel melakukan penanaman pohon mangrove.

Brigadir Kepala (Bripka) Agung Gde Asmarajaya Bripka Agung Gde Asmarajaya, Kasubnit Binmas Air Satpolair Polres Lamsel menyebut, penanaman melibatkan unsur masyarakat dan anak-anak usia sekolah.

Bripka Agung Gde Asmarajaya, Kasubnit Binmas Air Satpolair Polres Lampung Selatan, saat berada di rumah pohon yang berfungsi sebagai tempat membaca bagi anak-anak di Pantai Tanjung Tuha Pasir Putih pada libur sekolah, Sabtu (4/1/2020) – Foto: Henk Widi

Wujud sumbangsih terhadap kelangsungan ekosistem kawasan pesisir penanaman pohon mangrove dilakukan di kawasan pantai Tanjung Tuha Pasir Putih.

Bripka Agung G.A menyebut kegiatan menanam bibit mangrove jenis bakau dilakukan untuk menjaga kelestarian pantai. Sebab kawasan pantai rawan potensi kerusakan oleh abrasi imbas gelombang pasang, angin bahkan tsunami.

Pengaktifan gerakan penghijauan demi menjaga keberlangsungan lingkungan pesisir sekaligus menjadi atensi Kapolres Lamsel, AKBP Edi Purnomo.

Penghijauan penting disampaikan kepada anak-anak sebagai generasi penerus melalui edukasi lapangan. Membawa serta buku bacaan, Bripka Agung G.A yang juga pegiat literasi Jangkar Pustaka menyadarkan anak-anak pentingnya konservasi lingkungan.

“Program Kapolri dalam pelestarian lingkungan terwujud dalam kegiatan polisi peduli penghijauan sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap lingkungan hidup dan saya sebagai anggota Polairud Lamsel melakukan penanaman di pesisir pantai,” ungkap Bripka Agung Gde Asmarajaya saat dikonfirmasi Cendana News saat proses penanaman, Sabtu (4/1/2020).

Bripka Agung G.A sebagai Binmas air Satpolair Polres Lamsel menyebut salah satu potensi bencana bisa terjadi akibat kerusakan lingkungan.

Cara terbaik yang dilakukan oleh masyarakat diantaranya dengan menumbuhkan kepedulian bersama untuk menata lingkungan. Penghijauan sederhana dengan penanaman mangrove jenis bakau menjadi edukasi yang penting dilakukan.

Penanaman pohon di sekitar pantai Tanjung Tuha Pasir Putih diakuinya sangat penting. Sejumlah pohon vegetasi endemik pantai Tanjung Tuha yang masih dilestarikan meliputi pohon bakau, prepek, ketapang, kemiri laut, sentigi, jambuan, buta buta, tiyung dan tanaman lain.

Berbagai jenis pohon vegetasi pantai selain sajian keindahan juga menjadi pencegah abrasi.

“Melestarikan pohon memiliki banyak manfaat untuk memproduksi oksigen serta mengurangi populasi asap kapal dan polusi lain di sekitar pantai,” ungkap Bripka Agung G.A.

Pada kegiatan gerakan penghijauan tersebut Bripka Agung G.A menyebut mengajak anak-anak untuk membaca buku. Kegiatan membaca buku disebutnya dilakukan pada lokasi rumah pohon sekaligus rumah baca tepat di tepi pantai.

Melalui penyiapan buku bacaan yang sebagian berisi langkah penanaman pohon, menjaga lingkungan langsung dipraktikkan oleh anak-anak.

Ratusan tanaman mangrove jenis bakau menurut Bripka Agung G.A diperoleh dari pesisir pantai Bakauheni. Upaya penanaman pada lokasi pesisir pantai diharapkan bisa melestarikan tanaman pesisir pantai tersebut.

Edukasi menjaga lingkungan pesisir pantai dilakukan dengan mengajak anak mencintai laut. Cara terbaik dilakukan dengan ikut menjaga dari sampah plastik di sekitar pantai.

Bardan, ketua Karang Taruna Dusun Sukarame, Desa Bakauheni menyebut pelestarian lingkungan pesisir pantai sangat penting. Langkah penanaman mangrove sebagai program polisi peduli penghijauan telah dilakukan oleh Bripka Agung G.A.

Bardan, ketua Karang Taruna, Dusun Sukarame, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan, melakukan penanaman mangrove jenis bakau di sekitar pantai Tanjung Tuha Pasir Putih, Sabtu (4/1/2020) – Foto: Henk Widi

Mengajak serta anak-anak usia sekolah SDN 3 Bakauheni sekaligus mengisi liburan sekolah dengan kegiatan bermanfaat.

“Program polisi peduli penghijauan tentunya akan sangat berguna untuk edukasi anak-anak sejak dini,” bebernya.

Kepedulian pada lingkungan disebutnya bisa dilakukan dengan langkah sederhana. Sebab kawasan pesisir Tanjung Tuha Pasir Putih selama ini dikenal sebagai Pusat Restorasi Pengembangan Ekosistem Pesisir (PREP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selain itu wisata bahari tersebut dikenal menyajikan trek mangrove yang cukup indah.

Lihat juga...