Ratusan Penumpang Terlantar di Pelabuhan Kewapante Maumere
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Gelombang tinggi dan angin kencang yang menerjang pantai utara Flores membuat kapal ferry KMP Windu Karsa Dwitya jurusan Maumere-Surabaya tidak bisa diberangkatkan.
Kapal roro yang seharusnya dijadwalkan berangkat tadi malam Jumat (3/1/2020) hingga Sabtu (4/1/2020) siang belum bisa merapat ke dermaga ferry Kewapante, Maumere, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Sebetulnya tadi malam kapal kita berangkat tetapi karena cuaca tidak memungkinkan kapal kita tunda keberangkatannya,” kata Merlin Sidawalok, manajer cabang PT. Windu Karsa Maumere, kabupaten Sikka, NTT, Sabtu (4/1/2020).

Dikatakan Merlin, sebetulnya perusahaan menyadari jumlah penumpang cukup tinggi tetapi yang diutamakan adalah keselamatan penumpang maka dari itu pelayaran ditunda keberangkatannya.
Maka dari itu pula, kata Merlin, perusahaan tetap bertanggungjawab menyediakan makanan dan minuman bagi calon penumpang yang telah tiba di dermaga Kewapante.
“Untuk jadwal keberangkatannya kapan, kita masih lihat dari situasi alam. Tidak ada batas waktu yang pasti tetapi mudah-mudahan cuaca bisa cepat memungkinkan agar kapal bisa berangkat,” ujarnya.
Jumlah penumpang yang terdata kata Merlin sebanyak 159 orang dengan jumlah kendaraan truk besar 18, truk sedang 4, truk kecil 4 sementara kendaraan roda dua sebanyak 2 unit.
Kepala dinas Perhubungan kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, mengatakan, untuk pindah ke pelabuhan Laurens Say pihaknya sudah memikirkan, tetapi postur kapal dengan pelabuhan Laurens Say tidak pas sehingga kapal tetap berlabuh di tengah laut.
Kapal ferry KMP Windu Karsa Dwitya kata Sirilus, untuk sementara tetap berlabuh di laut depan pelabuhan ferry Kewapante sambil menunggu cuaca memungkinkan sesuai ramalan BMKG, baru bisa bersandar mengangkut penumpang dan barang.
“Kapal tetap berada di depan pelabuhan ferry untuk menghindari gelombang laut. Saya sudah menyampaikan kepada pihak terkait agar pelayaran tetap ditunda sementara sambil menunggu informasi terkait kapan kapal boleh diberangkatkan,” terangnya.
Disaksikan Cendana News, para penumpang yang tiba sejak kemarin siang Jumat (3/1/2020) hingga Sabtu (4/1/2020) siang masih beristirahat di kantor pelabuhan ferry Kewapante Maumere.
Para penumpang baik orang dewasa, remaja dan anak-anak kecil terlihat tidur-tiduran di lantai ruangan tunggu dan kantor pelabuhan beralaskan tikar serta kain yang mereka miliki.