MAKASSAR – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Tanah Toraja selama beberapa hari terakhir, mengakibatkan bencana longsor dan memutus sejumlah akses jalan.
“Informasi yang kami terima dari anggota di lapangan, longsor yang terjadi itu disebabkan oleh hujan selama beberapa hari terakhir ini,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo di Makassar, Kamis (2/1/2020).
Ia mengatakan, longsor yang terjadi itu membuat akses jalan terputus dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Jalan tertutup oleh lumpur material longsoran. Akses jalan yang tertutup longsor ini terjadi di jalan poros Palian-Se’seng, Kecamatan Bittuang, serta dua jalan poros di Kecamatan Malimbong Balepe’, Kabupaten Tana Toraja yang merupakan akses warga antardesa.

Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, setelah hujan sedikit mereda, pihak kepolisian bersama warga dan pemerintah daerah bahu membahu membuka kembali akses jalan yang terputus. Saat ini untuk jalan di Palian-Se’seng, Kecamatan Bittuang sudah bisa dilalui untuk sementara waktu. “Berkat sinergi dan kerjasama dari berbagai pihak, alhamdulillah jalan sudah bisa dilalui. Material batu gunung, lumpur dan pepohonan yang menutupi jalan sudah diatasi,” katanya.
Sementara untuk akses jalan di Kecamatan Malimbong Balepe, sampai saat ini belum bisa dilalui kendaraan karena masih tertimbun material longsor. Mantan Kabid Humas Polda Sulawesi Utara ini menerangkan, bencana di longsor di Tana Toraja itu tidak menimbulkan korban jiwa, dan hanya menimbulkan kerugian material yang saat ini masih dalam pendataan. “Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi kerugian material yang cukup banyak dialami oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ant)