KONI Kota Malang Evaluasi Torehan Hasil Porprov 2019
Editor: Makmun Hidayat
MALANG — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang terus melakukan evaluasi terkait hasil yang diperoleh para atletnya di kancah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2019 yang lalu. Meski secara kuantitas terdapat peningkatan dalam jumlah perolehan medali, akan tetapi secara pemeringkatan terjadi penurunan.
“Secara kuantitas, medali yang kita peroleh memang lebih banyak dibandingkan gelaran sebelumnya. Tapi secara pemeringkatan Porprov 2019 Kota Malang harus puas berada di peringkat ke 4, turun dua tingkat dari sebelumnya. Ini yang menjadi tantangan bagi kami dalam menghadapi Porprov tahun 2021 mendatang,” Jelas ketua KONI Kota Malang, Edy Wahyono, dalam rapat anggota KONI Kota Malang di salah satu hotel ternama di Kota Malang, Rabu (15/1/2020).
Menurutnya dalam menghadapi Porprov di tahun 2021, pihaknya telah mengagendakan beberapa program sebagai upaya agar bisa memperbaiki posisi pada Porprov yang akan datang. Salah satunya dengan segera melakukan rekrutmen atlet untuk mengikuti Pusat Latihan Cabang (Puslatcab).
“Kita akan segera lakukan pemusatan latihan. Jadi setiap cabang olahraga (Cabor) saya minta di awal bulan ini sampai dengan bulan Maret paling lambat, harus sudah mempunyai atlet yang akan diproyeksikan untuk mengikuti Puslatcab dan pada akhirnya nanti akan ikut Porprov ke 7 tahun 2021,” terangnya.
Kemudian nanti akan ada sport science yang nantinya akan diterapkan bersama Universitas Negeri Malang. Selanjutnya ada coaching clinic bagi pelatih untuk meng-update program latihan para pelatih dan karakter building untuk para atlet.
“Kemudian ada juga monitoring oleh pengurus KONI yang akan melekat di semua cabor yang akan dilombakan di Porprov,” ucapnya.

Lebih lanjut, Edy menyebutkan, terkait dengan anggaran yang tidak sebesar 2019, pihaknya tetap akan mengelolanya dengan baik dan akan memberikannya kepada setiap cabor utamanya adalah cabor yang benar-benar membina.
“Tidak mungkin kami memberikan dana pembinaan kepada cabor yang tidak membina. Jadi kita akan prioritaskan kepada cabor yang benar-benar membina dan cabor-cabor unggulan nanti kita utamakan,” tuturnya.
Parameter pemberian anggaran kepada masing-masing cabor adalah dengan melihat perolehan medali dari Porprov kemarin atau dari kejuaran-kejuaran yang di ikuti pasca-Porprov.
Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji, mengatakan maju tidaknya olahraga bergantung pada KONI, karena KONI yang bertanggung jawab dalam pengembangan olahraga.
“Itulah yang menjadi paradigma kami melakukan hibah kepada KONI. Oleh karenanya setiap daerah wajib menganggarkan dan memberikan hibah kepada KONI sesuai dengan prestasi yang ditorehkan,” tuturnya.
Sehingga menjadi suatu keharusan bagi semua pihak untuk selalu mengevaluasi apa yang menjadi capaian KONI.
“Oleh karena itu KONI harus memakai manajemen yang jelas, uangnya untuk apa, pembinaannya bagaimana, rekruetmen atletnya bagaimana, semua harus ada kejelasan. Karena saat ini diperlukan transparansi,” imbuhnya.
Dikatakan Sutiaji, dana yang daerah berikan bukan hanya untuk operasional KONI, tapi justru untuk cabor. Karena teman-teman yang di KONI itu sebenarnya memang untuk mengabdi, bukan untuk mencari uang.
“Saya tegaskan, orang yang berada di KONI atau pengurus KONI jangan mencari hidup di KONI. Karena dana yang ada di KONI itu untuk membesarkan atlet,” pungkasnya.