Enam Kabupaten di Sulsel Terdampak Cuaca Ekstrim
MAKASSAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Selatan menyebut, enam kabupaten dilanda banjir dan angin kencang dalam tiga hari terakhir. Hal tersebut sebagai dampak dari cuaca ekstrim yang melanda wilayah Sulawesi.
“Data sementara per-12 Januari 2020 ada enam kabupaten yang terdampak yakni, Kabupaten Wajo, Sidrap, Maros, Barru, Soppeng dan Pinrang,” rinci Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Sulsel, H Andi Ishak saat dikonfirmasi, Minggu (12/1/2020).
Berdasarkan data sementara yang masuk ke BPBD, di Kabupaten Sidrap terjadi banjir di enam kecamatan yakni Maritengngae, Panca Lautang, Watang Pulu, Kecamatan Dua Pitue, Kecamatan Baranti dan Kecamatan Tellu Limpoe. Di Kecamatan Maritengngae ada 460 unit rumah terendam banjir, dua unit kantor pemerintah, tiga unit sekolah, satu unit fasilitas kesehatan, dan dua unit kios. Di Kecamatan Watang Pulu, empat unit sekolah terendam, satu pohon tumbang. Di Kecamatan Dua Pitue, Kecamatan Baranti dan Kecamatan Tellu Limpue areal persawahan terendam banjir.
Banjir juga melanda Kabupaten Pinrang di delapan Kecamatan, yaitu Cempa, Mattiro Bulu, Watang Sawitto, Patampanua, Paleteang, Duampanua, Suppa dan Kecamatan Tiroang. Di Pinrang banjirberdampak sangat parah. Di Kecamatan Cempa, Desa Matunrunrue lahan seluas 75 hektare, dan Desa Tanratuo 164 hektare sawah terendam. Begitupun di Kecamatan Mattiro Bulu Kelurahan Maranrang ada 100 hektare sawah terendam banjir.
Sedangkan di Kecamatan Watang Sawitto, Kelurahan Siparappe air merendam 500 hektare lahan persawahan. Di Kelurahan Sipatokkong ada 105 hektare sawah, Kelurahan Sawo 52 hektare sawah, Kelurahan Bentenge 35 hektar sawah, Kelurahan Maccorawalie 5 hektare sawah. Kemudian di Kecamatan Patampanua, Desa Mattiro Ade ada 120 hektare sawah terendam. Di Kecamatan Paleteang, Kelurahan Mamminasae 15 hektare sawah, Kelurahan Laleng Bata lima hektare sawah, Kelurahan Benteng Sawitto empat hektare sawah, Kelurahan Tammasarangnge tiga hektare sawah, Kelurahan Maccinnae satu hektare sawah.
Untuk Kecamatan Tiroang, di Kelurahan Marawi air merendam 410 hektare sawah, Kelurahan Mattiro Deceng 60 hektare sawah, Kelurahan Pammase 734 hektare sawah, Kelurahan Tiroang 62,5 hektare dan Kelurahan Pakkie 45 hektare lahan persawahan. Di Kecamatan Duampanua tercatat 25 unit rumah terendam dan di Kelurahan Tatae ada 220 hektare lahan persawahan. Di Kecamatan Suppa, 40 Kepala Keluarga terdampak banjir. “Hingga saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pinrang langsung melakukan koordinasi dan asesmen dengan pemerintah setempat,” katanya.
Sementara itu di Kabupaten Soppeng, banjir melanda sebagian wilayah tersebut yakni di dua kecamatan, Donri-donri dan Kecamatan Marioriawa. Banjir terjadi karena meluapnya Sungai Leworeng. Di Kabupaten Wajo dilaporkan, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang merusak satu rumah, dengan penghuni enam kepala keluarga. Rumah tersebut rusak parah sehingga korban harus mengungsi di rumah sanak keluarganya.
Di Kabupaten Maros, angin puting beliung juga menghantam dua kecamatan saat hujan deras yakni di Kecamatan Maros Baru, Dusun Bugis Desa Tenrigankae dan Danna Tompobulu. Di Kecamatan Mandai, Desa Manggeloreng tujuh rumah dan satu pabrik kayu rusak. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Di Kabupaten Barru, cuaca ekstrem disertai hujan dan angin kencang menerjang. Bencana tersebut berdampak pada 121 kepala keluarga. Hingga saat ini tim TRC BPBD Barru sedang melakukan koordinasi dan asesmen dengan Pemda setempat. Di Kota Pare-Pare genangan air yang meluber ke jalan poros raya, mengakibatkan jalur kendaraan menuju daerah Kabupaten Pinrang dan sekitarnya terputus. Namun dilaporkan, saat ini air secara perlahan mulai surut. (Ant)