DLH Jakbar Masih Berjibaku Bersihkan Sampah

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy M, mengatakan, pihaknya hingga kini masih mengerahkan puluhan truk untuk mengangkut sampah sisa banjir di wilayahnya.

Menurut Edy, sebanyak 81 unit truk tersebar di 36 titik di wilayah Jakarta Barat. “Setelah berjalan hari ini, kita plotting sekitar 81 armada pascapenanggulangan banjir, armada tersebar di 36 titik di Jakbar.T itik-titik itu crowded dan kita lakukan bertahap,” kata Edy kepada Cendana News, di Jalan Pusakih, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2020) siang.

Edi mengatakan, ada empat kecamatan di Jakarta Barat yang paling banyak timbunan sampah usai banjir 1 Januari lalu. Wilayah yang paling banyak sampahnya di Kecamatan Cengkareng, Kembangan, Kalideres dan Kebun Jeruk.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Edy, saat ditemui di Jalan Pusakih, Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (9/1/2020) siang. –Foto: Lina Fitria

“Di Cengkareng hampir merata (di kelurahan) Rawa Buaya dan Duri Kosambi. Dari 36 titik (di Jakarta Barat), Cengkareng ada 16 titik. Sisanya Kembangan, Kalideres, Kebon Jeruk,” tuturnya.

Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat sudah mengerahkan puluhan truk untuk mengangkut sampah banjir di empat kecamatan tersebut. Selain truk, Sudin LH juga mengerahkan 10 truk dari Dinas Bina Marga, 10 truk dari Sumber Daya Air dan Satpol PP Jakarta Barat yang ikut membantu mengangkut sampah.

“Jadi bukan cuma dari Sudin LH saja. Ada armada dari Bina Marga, Satpol PP, SDA, membantu kita juga untuk mempercepat,” tuturnya.

Total di Jakarta Barat pihaknya menyiagakan 81-85 truk pengangkut sampah akibat banjir. Nantinya, sampah-sampah itu ditampung ditempat pembuangan sampah (TPS) sementara di Damoci, Jakarta Barat, kemudian akan dikirim ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat.

Menurutnya, sampah tidak bisa langsung diantar ke Bantar Gebang karena harus mengikuti aturan.

“Tidak bisa (langsung) buang ke Bantar Gebang, karena terbatas juga. Kami percepat pengambilan sampah dari jalan dan permukiman,” kata Edy.

Wilayah Jakarta Barat, menurut Edy menjadi lokasi yang paling jauh dari TPST. Sehingga membuat dua kali pulang pergi ke Bantargebang. Untuk itu, Edy berharap tenaga yang dikerahkan untuk mengangkut sampah benar-benar bekerja dengan baik, sehingga tumpukan sampah di pinggir-pinggir jalan dapat segera berkurang.

“Karena Jakbar jauh dari Bantargebang. Makanya kita bikin 2 rute, sehari 2 kali pulang pergi. Jakarta Barat ke Bekasi panjangnya bisa sampai 70 meter, di bulak balik 140 kilometer, kan. Kalau 2 kali bayangin 140 km jdi 240 km. Jadi, kita siasati, kita buat transit-transit di TPS, banyak, ada di Kembangan, Cengkareng, karena memang kalau nunggu di Bantargebang bisa sehari,” jelasnya.

Sementara, salah satu warga, Ilham (37), mengatakan saat ini masih membersihkan rumahnya dari sisa-sisa lumpur banjir.

“Ini masih bersih-bersih dari sisa-sisa lumpur bekas banjir mbak,” ucap Ilham terpisah, di Kalideres.

Ilham mengaku saat banjir melanda, kartu tanda pendudukan serta dokumen penting ikut hanyut terbawa air. Namun, ia sudah melaporkan ke pihak Kelurahan.

Dia bersyukur, air banjir kiriman sudah surut. Dia berharap, semoga Pemprov DKI dan Pemkot setempat bisa membantu untuk memberikan pelayanan yang cepat dalam membuat dokumen yang hanyut, dan berharap semoga air tidak naik lagi.

Dari pantauan Cendana News di lokasi, salah satu titik pengumpulan sampah terdapat di lahan kosong dekat Daan Mogot City Apartemen. Sampah itu berasal dari kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Lihat juga...