Dinsos Sikka Tangani ODGJ Terluka

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Nasib malang dialami salah satu orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Ngolo, desa Pemana, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur, yang ditemukan warga di pinggir jalan raya kelurahan Kota Uneng, kota Maumere, Rabu (29/1).

Mera Mera (60), ODGJ tersebut dalam kondisi memprihatinkan akibat luka serius pada tangannya yang sudah membusuk dan berulat, membuat Dinas Sosial kabupaten Sikka turun mengecek kondisinya, dan membawanya ke RS TC Hillers Maumere untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setelah mendapat informasi dari warga kelurahan Kota Uneng,  dinas sosial sigap turun ke lokasi dan mengidentifikasi OGDJ tersebut,” terang Very Awales, Kabag Humas dan Protokol Setda Sikka, Rabu (29/1/2020).

Kepala bagian Humas dan Protokol Setda Sikka, Very Awales, saat ditemui di kantor bupati Sikka, Rabu (29/1/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Very, dinas sosial langsung  berkoordinasi dengan  tim medis dari puskesmas dan RSUD TC Hillers Maumere, untuk memberikan  penanganan lebih lanjut kepada ODJ tersebut.

“Selama dua hari ODGJ ini pun ditangani oleh dinas sosial dan tim medis Puskesmas Kota Uneng. Selain menderita gangguan jiwa, terdapat luka di tangannya,” jelasnya.

Menurut Very, luka pada tangan Mera-Mera selain berbau, juga berulat, luka tersebut diakibatkan karena banyaknya aksesoris dan gelang yang dikenakan di pergelangan tangannya.

Pasien tersebut setelah mendapatkan pertolongan dimandikan hingga bersih, lalu memberika oat pada lukanya tersebut agar, tidak makin parah dan bisa berakibat fatal.

“Karena luka sangat serius, maka hari ini  Rabu (29/1/2020), atas inisiatif dinas sosial dan Tagana, OGDJ ini dilarikan ke RS TC Hillers untuk tindakan bedah. Dinas Sosial akan mengurus OGDJ hingga dikembalikan kepada keluarganya,” terangnya.

Dwi Angelina Ester Santoso, Staf Sinas Sosial kabupaten Sikka berharap, pemerintah kabupaten Sikka membangun Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) bagi ODGJ.

Hal ini penting, kata Ester agar tidak ada lagi ODGJ yang dipasung di rumah-rumah warga atau berkeliaran di jalan-jalan di kota Maumere maupun wilayah kabupaten Sikka lainnya.

“Saya ingin kalau bisa salah satu rumah dinas milik pemerintah yang tidak terpakai bisa digunakan sementara untuk rumah perlindungan, sehingga ODGJ bisa mempunyai tempat dan penanganannya lebih fokus dan serius,” tuturnya.

Ester menyebutkan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri sehingga harus menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang selama ini fokus menangani ODGJ, termasuk beberapa kelompok relawan.

Lihat juga...