Aparat Gabungan di Bekasi Gelar Apel Siaga Bencana
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
BEKASI – Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama TNI-Polri menggelar siaga bencana bersama para relawan dalam rangka penanggulangan bencana di wilayah Kota Bekasi Jawa Barat.
“Bekasi mengalami kelumpuhan di bencana banjir awal tahun ini, banyak titik banjir, begitu pun pasca banjir ada permasalahan lumpur dan sampah,” ungkap Dandim 0507 Kota Bekasi, Kolonel Inf Rama Pratama, saat menjadi pemimpin upacara siaga banjir, di halaman gudang BNPB, Jati Asih, Bekasi, Rabu (29/1/2020).
Dia menegaskan bahwa dalam siaga bencana perlu saling mengingatkan untuk koordinasi antar bagian TNI-Polri, agar bisa lebih intensif, termasuk laporan kelurahan kecamatan untuk bisa lebih memberikan informasi yang akurat.
“Jika terjadi bencana harus ada laporan dan tepat dengan memakai sentimeter atau meter, jangan hanya memakai istilah banjir sedengkul atau selutut. Kita seragamkan standar banjir dengan ukuran yang lazim,” tegasnya.
Menurutnya petugas dan relawan harus terus mengingatkan jika terjadi bencana. Karena mesti diingat ada saja warga yang tetap bertahan dengan alasan rumahnya berada di lantai dua dan akhirnya tergenang air.
Sementara Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, usia mengikuti apel, kepada sejumlah awak media mengatakan kesiapan aparatur dalam menghadapi bencana diperlukan.
“Berkaca pada rentetan bencana yang terjadi pada pekan lalu dimana puncaknya terjadi di awal tahun ini. Banyak hal yang harus ditingkatkan, apalagi potensi hujan masih terjadi di wilayah Kota Bekasi,” ungkapnya.
Melalui apel kesiapsiagaan antisipasi banjir diharapkan seluruh aparatur siap dan siaga pada kondisi seperti yang terjadi pada banjir kemarin. Dia juga mengapresiasi seluruh petugas saat banjir melanda wilayah setempat awal tahun ini.
Apel kesiapsiagaan tersebut adalah bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadapi kerawanan bencana yang bakal muncul yang diikuti seluruh unsur dari ASN, TNI, POLRI, BPBD, SAR, PMI beserta relawan.
“Apresiasi kepada segenap unsur yang senantiasa mengedepankan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, mengingat kejadian bencana alam dapat terjadi kapan pun, dimana pun, menimpa siapa pun, dan terjadi pada musim penghujan dan lainnya,” ujar Walikota.