2020, UN SMA Masih Dijalankan di Sumbar

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PADANG – Muncul keraguan bagi kalangan masyarakat di Sumatera Barat terkait kebijakan Ujian Nasional (UN) untuk tahun 2020. Hal ini menyikapi adanya opini dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk meniadakan lagi sistem UN dalam menentukan kelulusan siswa.

Seperti yang dikatakan oleh Rossi, warga Pesisir Selatan, ada dua orang adik perempuan yang bakal melangsungkan ujian kelulusan di SMAN 1 Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, masih belum mengetahui kepastikan tentang UN 2020.

Dikatakannya, sejauh ini pemahaman masyarakat bahwa tahun ini UN tidak ada lagi di sekolah. Tapi sampai sekarang tidak ada pengumuman resmi dari pemerintah.

“Bingung kami, entah ada UN untuk SMA sekarang, entah tidak. Sudah tanya ke pihak sekolah, tapi kata mereka UN tetap ada, tapi pemberitaan di televisi UN bakal dihapuskan,” katanya, Kamis (30/1/2020).

Rossi mengaku sampai sekarang kedua adik perempuannya tetap didorong untuk terus belajar lebih baik. Setidaknya jika UN tetap ada, kesiapan bahan untuk UN telah ada jauh-jauh hari. Serta apabila tidak ada UN, untungnya bisa menambah nilai laporan akhir siswa.

Selain Rossi, juga ada orangtua murid di Kota Padang, Lina, juga berpikir ada kepastian pengumuman terkait kebijakan rencana penghapusan UN.

“Saya sering cari-cari informasi untuk UN ini, berbagai media online saya baca, memang belum jelas lagi bagaimana penjelasannya,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat menyatakan, untuk UN masih tetap dijalankan untuk SMA sederajat pada tahun 2020. Meski telah ada wacana dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menghapus sistem UN dalam menentukan kelulusan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Adib Alfikri, mengatakan, sampai sekarang belum ada keputusan yang jelas terkait UN, untuk itu diperkirakan pada tahun 2020 ini UN untuk SMA sederajat bakal tetap dijalankan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“UN akan tetap ada untuk SMA sederajat, cuma berbicara bagaimana untuk soal ujiannya nanti, sampai sekarang belum ada yang bisa dijelaskan soal teknisnya,” katanya, Kamis (30/1/2020).

Ia menyebutkan SMA dan sederajat yang merupakan kewenangan provinsi sejauh ini belum ada perubahan kebijakan apa pun untuk pelaksanaan UN SMA dan sederajat. Artinya, ia berharap kepada masyarakat agar tetap mendorong anak-anaknya giat belajar.

“Soal apakah ada atau tidak ada UN jangan terlalu dipikirkan, yang terpenting sekarang ini anak-anaknya harus serius dan semangat untuk belajar,” tegasnya.

Lihat juga...