Pengelola Objek Wisata di Lamsel Bersiap Hadapi Momen Nataru

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Pokdarwis Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel), menyatakan pihak pengelola objek wisata bahari telah mempersiapkan asuransi dan alat-alat keselamatan untuk menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020.

Tren peningkatan kunjungan wisatawan saat libur sekolah, Nataru membuat Pokdarwis Ragom Helau telah menyiapkan fasilitas, meliputi ojek perahu, wahana banana boat, perahu kano dan sejumlah wahana air lainnya. Sebagai pengelola wisata bahari pantai Belebuk, pulau Sekepol dan pulau Mengkudu, menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas.

Di bidang keselamatan akibat kecelakaan, pengunjung ditanggung asuransi. Wisatawan yang membeli tiket sebesar Rp10.000 telah mendapat pertanggungan asuransi. Sesuai nilai pertanggungan, wisatawan akan mendapat nilai pertanggungan mulai Rp1 juta hingga Rp10 juta. Jenis pertanggungan yang diberikan meliputi meninggal dunia akibat kecelakaan, biaya pengobatan akibat kecelakaan dan cacat tetap akibat kecelakaan.

Rahmat, Ketua Pokdarwis Ragom Helau, saat ditemui di pantai Belebuk, Minggu (15/12/2019). -Foto: Henk Widi

“Ikhtisar pertanggungan telah dilakukan oleh pengelola objek wisata sebagai pemegang polis dan pengunjung akan dijamin asuransi, sehingga lebih nyaman saat berkunjung ke objek wisata bahari di Totoharjo,” ungkap Rahmat, Ketua Pokdarwis Ragom Helau, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (15/12/2019).

Menurutnya, pertanggungan asuransi tersebut juga didukung dengan adanya fasilitas keselamatan. Pengunjung akan diawasi oleh sejumlah anggota penyelamat wisata tirta (Balaswista). Beranggotakan 7 orang, balawista telah mendapat pelatihan penyelamatan di air oleh Dinas Pariwisata Provinsi Lampung.

Anggota balawista telah dilatih upaya penyelamatan kecelakaan di air. Selain itu, peralatan standar keselamatan telah disiapkan meliputi pelampung, ring buoi, life jacket, tali serta kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Tren wisatawan yang memakai ojek perahu dari pantai Belebuk mengunjungi pulau Mengkudu, pulau Sekepol, juga menjadi perhatian bagi para ojek perahu.

“Total ada belasan pengojek perahu telah dibekali standar keselamatan berupa life jacket meminimalisir risiko kecelakaan wisatawan,” ungkap Rahmat.

Sejumlah fasilitas berupa saung, tenda, wahana permainan juga mulai banyak digunakan wisatawan. Meski demikian, sejumlah wahana dipersiapkan menghadapi meningkatnya kunjungan wisatawan ke pantai Belebuk. Bagi wisatawan yang akan menikmati malam pergantian tahun di pulau Mengkudu, sejumlah tenda  bisa disewa.

Koordinasi dengan aparatur desa, anggota Pokdarwis, kepolisian, juga akan dilakukan saat kunjungan wisatawan meningkat.

Rahmat mengimbau agar wisatawan tetap berhati hati, sebab kondisi pantai dengan pola ombak dan arus yang kerap berubah berpotensi menimbukan kecelakan.

“Bagi wisatawan yang mengajak serta anak-anak, telah disediakan pelampung ban dan ada tanda batas di pantai yang boleh untuk bermain,” tegas Rahmat.

Mengelola sekitar tiga spot wisata, pantai Belebuk, pulau Mengkudu, pulau Sekepol, Pokdarwis Ragom Helau memastikan area parkir mencukupi. Bagi pengunjung yang akan menikmati pulau Mengkudu bisa memanfaatkan ojek perahu dengan biaya Rp25.000 per orang. Selain itu, untuk pengelolaan pulau Mengkudu tarif ditetapkan Rp10.000. Bagi pengendara, parkir kendaraan roda dua ditetapkan sebesar Rp5.000 dan Rp10.000 untuk mobil.

Pentingnya keselamatan pada objek wisata bahari dan objek wisata lain juga diakui Syaifuddin Djamilus. Saat dikonfirmasi via telepon, Kepala Bidang Pengembangan dan Destinasi,Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Lamsel itu menyebut pihaknya telah melakukan sosialisasi dan pelatihan terkait keselamatan. Sejumlah anggota Pokdarwis yang menyajikan wisata bahari, tirta telah dilatih melalui program Balawista.

“Pelatihan dasar penyelamatan telah diberikan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten hingga Provinsi, ada puluhan balawista di Lamsel yang terlatih,” ungkap Syaefuddin Djamilus.

Kepada para pengelola objek wisata bahari, Syaefuddin Djamilus juga mengimbau agar mendaftar ke asuransi. Asuransi yang disediakan oleh objek wisata bisa memberi kenyamanan bagi pengunjung. Meski insiden di objek wisata harus dihindari, namun asuransi bisa digunakan untuk berjaga pada kondisi yang tidak diinginkan. Ia juga meminta sejumlah balawista diminta untuk meningkatkan kemampuan jelang libur Nataru mendatang.

Lihat juga...