Jika Diolah, Potensi Lokal Dapat Tekan Pengangguran
Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo
MAUMERE — Pelaku usaha kerajinan di Maumere kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sherly Irawati menyebutkan, banyak produk-produk lokal yang bisa dihasilkan dan mempunyai nilai jual jika dikelola dengan baik oleh generasi muda yang memiliki keahlian dan mau terjun ke dunia wirausaha.

“Banyak sekali potensi lokal yang bisa diolah dan mendatangkan penghasilan serta bisa dijadikan lapangan pekerjaan,” ungkap Sherly Irawati, pemilik Jaya baru Ethnic di Maumere kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),Selasa (17/12/2019).
Sherly mencontohkan, kain tenun dan kain perca bisa diolah menjadi aneka souvenir dan kerajinan tangan yang bernilai jual. Bahkan daun gebang atau lontar yang banyak sekali ditemui di kabupaten Sikka juga dapat dijadikan aneka sovenir seperti, anting, gelang dan kalung.
“Makanya kami selalu memberikan pelatihan kepada ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak sekolah serta remaja untuk membuat souvenir. Banyak yang sudah membuatnya sendiri dan memiliki pendapatan lumayan,” ungkapnya.
Saat ini pun kata Sherly, pihaknya tengah mendidik anak-anak SMA St. Gabriel Maumere mengenai bagaimana mengolah aneka produk berbahan tenun ikat dan lainnya, untuk dijual.
Dalam memberikan pelatihan, para siswa langsung mempraktekannya di galeri miliknya, baik proses menganyam, menjahit hingga membentuknya menjadi sebuah produk yang bernilai jual.
“Saya senang kalau anak didik saya bisa sukses berwirausaha,” ujarnya.
Petronela Nona, salah seorang peserta yang mendapatkan pelatihan mengakui setelah belajar membuat aneka gelang, anting dan kalung dari bahan kain perca dan kain tenun, dirinya pun belajar membuatnya di rumah.
Hasil karyanya pun, kata Petronela, sudah dijual kepada teman-teman sekolahnya seperti kalung dan gelang, meskipun harga jualnya murah, berkisar antara Rp5 ribu sampai Rp20 ribu untuk satu jenis kerajinan tangan.
“Saya senang sudah bisa mendapatkan penghasilan, meskipun jumlah uang yang saya dapat masih belum banyak namun. Saya merasa bangga produk yang saya hasilkan bisa dibeli orang,” ungkapnya.