Gerakan Zakat Harus Menjadi Gaya Hidup Milenial
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Seiring perkembangan digital, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terus berinovasi dalam upaya memudahkan dan menarik generasi milenial untuk berzakat. Salah satunya layanan zakat dengan aplikasi digital.
Anggota Baznas, Emmy Hamidiyah mengatakan, keterlibatan generasi muda baik secara langsung maupun tidak langsung dapat menguatkan, meningkatkan, dan menumbuhkan pertumbuhan potensi zakat.
Menurutnya, inovasi layanan zakat via aplikasi secara khusus ditujukan untuk generasi milenial yang telah memiliki perhatian terhadap pembayaran zakat.
“Kami berharap zakat menjadi bagian gaya hidup generasi milenial, sehingga manfaatnya semakin luas untuk kemaslahatan umat,” kata Emmy kepada Cendana News, saat ditemui di Jakarta, Kamis (19/12/2019).
Baznas mengajak generasi milenial untuk aktif dalam gerakan filantropi terutama dalam zakat, infak dan sedekah, dengan layanan inovasi digital.
Apalagi menurutnya, total 15 persen pengumpulan zakat pada tahun 2019 ini berasal dari dunia digital. Pada tahun 2020, diharapkan pengumpulan zakat digital dapat meningkat di angka 30 persen dari pengumpulan ZIS.
Untuk itu, Baznas berkomitmen meningkatkan memberikan layanan zakat digital dengan ragam inovasi. Ini dilakukan dalam upaya membantu mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen mengelola zakat secara profesional, efektif, dan efisien dengan beradaptasi pada kemajuan teknologi, dengan menyasar generasi milenial.
“Paling nggak kita targetkan muzakki milenial itu mereka sudah mencoba sedekah dulu. Ya bisa berzakat melalui aplikasi zavira, layanan zakat virtual BAZNAS. Kita harapkan target 100 ribu muzakki milenial dalam waktu tiga bulan tercapai,” jelasnya.
Manager Digital Fundraising Zakat Baznas, Hafiza Elvira, menambahkan, ada potensi besar dalam pemanfaatan aplikasi digital sebagai instrumen pembayaran zakat, yang selalu meningkat setiap tahunnya.
“Tahun 2019, dengan layanan digital pengumpulan zakat naik 15 persen, padahal 2018 tercatat 6 persen, dan tahun 2017, itu 3 persen. Jadi naik setiap tahun ya,” ujar Hafiza.
Dalam inovasi program layanan, menurunya, pihaknya menyesuaikan dengan kondisi pengembangan digital. Kemungkinan bisa dengan menambah e-commerce dan media sosial.
Adapun sosialisasi yang dilakukan Baznas dalam upaya menggaet generasi milenial dalam gerakan zakat ini, yakni jelas dia, melalui berbagai kegiatan yang menarik bagi kaum milenial, seperti Baznas Run, Baznas Jalan Sehat, Baznas Car Free Day Berzakat, dan lainnya.
“Pokoknya, yang ada kegiatan berkaitan dengan milenial, kami ikut. Tapi kalau kerjasama khusus dengan komunitas milenial, belum ya. Tapi kami selalu buat event yang menarik milenial, seperti Baznas Run,” imbuhnya.
Selain melalui kegiatan tersebut, menurutnya, sosialisasi gerakan zakat bagi generasi milenial akan terus digencarkan melalui medsos.