950 Personel Siap Amankan Nataru di Sikka
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Untuk mengamankan perayaan hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) di kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kepolisian Resort (Polres) Sikka mengerahkan seluruh personel.
Dalam pengamanan ini, Polres Sikka juga akan bekerjasama dengan TNI AL dari Lanal Maumere, TNI AD dari Kodim 1603 Sikka, Brimom Maumere, Tagana, PMI, dinas Perhubungan Sikka dan SAR Maumere.

“Kami libatkan 950 personel baik TNI AL, AD, Brimob, SAR Maumere, Tagana, BPBD, PMI dan Dinas Perhubungan Sikka semuanya tetap stand by,” kata Kapolres Sikka, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), AKBP Rickson PM Situmorang, SIK, Kamis (19/12/2019).
Rickson mengimbau agar masyarakat tetap melakukan pengamanan diri masing- masing dan pihaknya membangun 3 Pos Komando (Posko) serta Basarnas juga membuka posko sehingga nanti semuanya akan bersinergi.
Untuk pengamanan malam Natal dan Tahun Baru ini katanya, pihaknya akan upayakan untuk situasi damai tenteram sehingga masyarakat bisa melaksanakan ibadah dengan baik dan lancar.
“Untuk kegiatan masyarakat lainnya, khususnya pada malam tahun baru, di Sikka akan dilaksanakan event yang sangat besar skala nasional, dan mengundang artis dari ibu kota. Ini akan kita kawal bersama instansi terkait,” sebutnya.
Untuk masalah kejahatan dan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) sebut Rickson, memang terus berkurang sehingga pihaknya yakin untuk perayaan Natal, tahun baru bisa berjalan lancar dan aman.
Kemarin, Rabu (18/12/2019) sebutnya, SAR Maumere juga sudah melaksanakan apel kesiapan dan kini TNI dan Polri juga melaksanakan apel persiapan pasukan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
“Apel dilaksanakan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kami siap untuk mengamankan perayaan Natal dan Tahun baru di kabupaten Sikka,” tegasnya.
Meskipun bermain petasan tidak dilarang tambah Rickson, walaupun sudah ada izinnya tapi jangan di sembarang tempat, tidak mengganggu orang lain seperti melempar ke rumah orang atau ke pengendara yang lewat di jalan.
Wim Keupung, warga kota Maumere, berharap, pengamanan malam perayaan Natal dan Tahun Baru bisa diperketat apalagi menjelang perayaan misa atau kebaktian masih banyak terdengar petasan.
Wim berharap agar pihak kepolisian mengeluarkan imbauan melalui gereja dan pemerintah agar permainan petasan yang dilakukan jangan mengganggu perayaan misa dan kebaktian serta jauh dari rumah ibadah.
“Kalau bisa polisi mengeluarkan imbauan terkait permainan petasan agar jangan mengganggu orang yang sedang beribadah dan juga mengganggu ketertiban serta ketenangan orang lain,” ungkapnya.
Banyak anak muda yang membunyikan petasan di tempat pemukiman warga kata Wim, sehingga kerap mengganggu ketenangan masyarakat bahkan bisa berdampak terhadap kebakaran.