Perubahan Kurikulum Diharapkan tak Membebani Guru
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
YOGYAKARTA – Rencana perombakan kurikulum pendidikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru-baru ini langsung mendapat respon dari para pelaku maupun praktisi pendidikan di lapangan. Sejumlah sekolah maupun para guru berharap agar perubahan kurikulum tidak menambah beban bagi mereka.
“Kita berharap perubahan kurikulum ini tidak mempersulit para guru di lapangan. Tidak membebani guru dalam soal administrasi. Sehingga guru bisa fokus dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mendidik pada siswa,” kata Kepala Sekolah SD Muhammadiyah MBS Prambanan, Eko Priyo Agus Nugroho, di sela kegiatan Ajang Kreasi dan Prestasi Anak, di sekolah setempat, Sabtu (23/11/2019).

Eko berharap perubahan kurikulum yang dilakukan oleh Kemendikbud ini justru lebih pada penyederhanaan program-program pengajaran.
Termasuk juga pemanfaatan teknologi informasi maupun teknologi digital dalam dunia pendidikan. Menginat di era seperti sekarang ini, dunia pendidikan dinilai harus mengikuti perkembangan zaman yang ada.
“Untuk pembelajaran bahasa Inggris saya kira tetap diperlukan sebagai pegangan. Karena anak-anak ini kan akan kita siapkan menghadapi masa depan yang penuh dengan tantangan. Sehingga mereka harus dibekali berbagai pengetahuan termasuk bahasa sejak dini,” ungkapnya.
Dalam Ajang Kreasi dan Prestasi Anak itu sendiri, SD Muhammadiyah MBS Prambanan menggelar berbagai kegiatan lomba dan kreativitas untuk tingkat PAUD dan TK.
Sebanyak 10 cabang lomba seperti mewarnai, hafalan doa, salat berjamaah, dai cilik, azan, dan sebagainya. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan dengan acara pentas seni maupun pendirian puluhan stan anak-anak.