Dinas Pertanian Purbalingga Galakkan Pengembangan Padi Sehat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga tengah berupaya untuk mengembangkan budidaya padi sehat. Budidaya dilakukan pada 20 desa, dimana masing-masing desa terdapat area seluas 50 hektare, sehingga total ada 950 hektare budidaya padi sehat.

Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga, Mukodam, menjelaskan, yang dimaksud dengan tanaman padi sehat, yaitu mulai dari pengolahan tanah yang tidak menggunakan pestisida. Kemudian pupuk tanaman digunakan yang organik dan di sepanjang pematang sawah ditanami bunga refugia, sebagai tanaman untuk mengendalikan berbagai macam hama tanaman.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Mukodam, saat dijumpai, Jumat (15/11/2019) – Foto: Hermiana E. Effendi

“Jadi semuanya dikerjakan dengan bahan organik, mulai dari pengolahan tanah hingga pemupukan dan dilengkapi dengan bunga pengendali hama di sekitar area sawah. Sehingga sama sekali tidak ada zat kimia di area sawah,” jelas Mukodam, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, saat ini tanaman refugia banyak ditanam petani, karena tanaman tersebut merupakan rumah bagi predator hama tanaman padi. Tanaman ini berfungsi sebagai pengendali hama tanaman secara alami.

Lebih lanjut Mukodam menjelaskan, produk pangan yang sehat sekarang sangat diminati pasar, seiring meningkatkan kesadaran untuk menerapkan pola hidup sehat.

Masyarakat juga semakin paham, bahwa residu yang dihasilkan dari pengolahan pangan non-organik yang terlalu banyak pupuk kimia akan berdampak pada tubuh manusia.

“Karena itu, kita galakkan budidaya tanaman padi sehat, karena keuntungannya ganda, tanaman sehat dan tahan hama, serta hasil penjualannya mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi,” terangnya.

Salah satu desa yang mengembangkan budidaya tanaman padi sehat adalah Desa Lamuk, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga.

Lahan yang digunakan merupakan lahan sawah milik kelompok tani Indra Jaya seluas 50 hektar. Desa ini dikenal sebagai lumbung padi di Kecamatan Kejobong.

Camat Kejobong, Edi Prayitno, mengatakan, dari 13 desa di Kecamatan Kejobong, Desa Lamuk memiliki area persawahan paling luas. Luasan sawah di Desa Lamuk mencapai 102 hektare dan hasil panennya relatif lebih baik serta melimpah dibanding desa lainnya.

“Di Desa Lamuk ini terdapat lima kelompok tani, dengan total jumlah anggotanya ada 623 petani. Diantara kelompok tani tersebut ada satu yang merupakan kelompok tani wanita dan satu kelompok tani pemuda. Sehingga petani di desa tersebut, merata dari kalangan anak muda hingga perempuan juga menjadi petani,” tuturnya.

Lihat juga...