Budidaya Bebek Petelur, Kandang Jadi Perhatian Utama

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Budidaya bebek petelur sebenarnya sudah sangat populer dan banyak digemari oleh petani atau pegawai sebagai usaha sampingan karena dinilai mudah dalam perawatan dan biayanya pun terbilang kecil.

Adalah Niman, salah seorang petani di Kampung Babakan Mustikasari, Kota Bekasi, Jawa Barat. Disamping bertani, dia beternak bebeberapa hewan seperti kambing, burung puyuh, dan bebek.

“Bebek ini sangat membantu petani padi. Karena jika banyak air, dan padi mulai memasuki masa bunting. Maka bebek bisa berfungsi membersihkan hama padi,” ujar Niman ditemui Cendana News, Senin (25/11/2019).

Saat hama padi seperti keong dan lainnya menyerang tanaman padi, lanjut Niman, dengan adanya bebek hama tersebut dimakan. Sehingga petani tidak direpotkan dengan membersihkan keong atau hama lainnya.

“Jadi banyak diuntungkan, hama padi berkurang dengan adanya bebek, saya ga perlu keluar biaya memberi makan bebek, mereka juga setiap hari bisa bertelur,”tandas Niman.

Namun demikian, imbuhnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam budidaya bebek supaya bebek tetap sehat dan produktif. Pertama soal kandang, karena merupakan kebutuhan yang begitu penting dalam beternak bebek.

Dikatakan Niman, kondisi kandang bebek harus nyaman, kering, dan bersih dari kotoran. Dinding utama kandang harus tertutup namun juga harus sedikit terbuka.

Hal tersebut dilakukan karena bebek akan merasa gelisah ketika melihat hewan lainnya seperti kucing atau anjing yang melintas di dekat kandang.

Soal kendala dalam budidaya bebek, kata Niman, ketika memasuki musim kering. Meskipun dilepas di dekat sawah, air tidak ada dan pakan pun sama. Sehingga harus rajin diberi pakan.

“Di sini, peternak bebek sedikit mengeluarkan biaya jika musim panas seperti sekarang. Kalo pas panen padi kan enak, bebek bisa makan rontokan padi atau keong, kalo kering begini apa yang bisa di makan,”paparnya.

Dia mengatakan bahwa dari 300 ekor bebek, jika memasuki masa petelur sehari jumlah telur bisa mencapai 250 butir. Sedangkan harga jualnya per butir diambil pengepul dengan harga Rp2000/butir.

“Jika banyak air, bebek hanya berhenti bertelur 15 hari karena mabung (rontokin bulu). Sekarang sudah ada sebulan lebih ga pernah bertelur sejak memasuki masa kekeringan,” pungkas Niman.

Lihat juga...