Bina Marga: Anggaran Rp1,2 Triliun Jelas Tujuannya

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga, Hari Nugroho, mengatakan, anggaran yang diajukan telah sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan untuk menata jalan di wilayah Jakarta.

“Kami buat trotoar complete street. Kami kan sudah buat kajian, roadmap-nya. Kami kasih di mana, panjang berapa, lebarnya berapa, terus isinya apa saja,” kata Hari, saat dihubungi wartawan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2019).

Dinas Marga DKI Jakarta mengajukan anggaran Rp1,2 Triliun di APBD 2020, untuk melakukan revitalisasi trotoar dan pembuatan jalur sepeda. Menurutnya, anggaran yang sudah diajukan sesuai dengan kebutuhan untuk menata jalan di Jakarta.

Hari menjelaskan, konsep yang telah disusun bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan, yakni pengguna transportasi umum hingga pejalan kaki.
Kan sudah jelas, bahwasanya konsep ke depan itu memang untuk membuat nyaman dan aman pejalan kaki dalam menuju transportasi antarmoda, baik itu yang mau ke MRT, BRT, maupun ke lainnya. Artinya, ke depan itu dinomorsatukan pejalan kaki, baru pesepeda, angkutan umum, ke empat baru angkutan pribadi, mindset diubah,” kata dia.
Menurutnya, pada tahun ini Dinas Bina Marga sudah melakukan revitalisasi sekitar 67 km. Sedangkan pada 2020, mereka akan melakukan revitalisasi sekitar 100 km.
“Sudah ada ruas jalannya. (rencananya) di MT Haryono, Gatot Subroto, Rasuna Said, Jalan Kartini, banyak, ada 25-35 kajian,” kata Hari.

Dia menegaskan, adanya revitalisasi trotoar tidak untuk menyempitkan jalan lalu lintas.  Melainkan ingin memberikan akses bagi seluruh pengguna jalan di ruas Ibu Kota Jakarta.
“Kami bukan menyempitkan jalan. Tapi, kami membuat konsistensi lajur jalan. (Jalan) Thamrin itu ada tiga, empat jalur lagi, itu kami konsistensikan jadi tiga lajur,” ucap Hari.

Sementara Ketua Komisi D DPRD DKI, Ida Mahmudah, mengatakan ada kejanggalan dalam penganggaran dari Dinas Marga DKI Jakarta terkait revitalisasi trotoar Rp1,2 triliun.

“Di Bina Marga ada trotoar anggaran Rp1,2 sekian triliun, kita minta pemaparan secara jelas. Penjelasan menurut kami ini belum pas. Kami minta Senin 11 November mendatang untuk menjelaskan,” kata Ida di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Selain itu, kata dia, banyak warga yang mengadu ke pihaknya terkait revitalisasi trotoar yang menyebabkan macet panjang.

“Kemarin masih berbicara, kenapa sih ini terlalu tinggi? Ini (membuat) macet. Warga bicara, sejak ada trotoar dibangun, kita macet luar biasa. Itu yang masih pembahasan. Makanya kita tunda,” kata Ida.

Selain itu, menurut Ida perlu ada kesiapan sarana pendukung lain jika trotoar bertujuan agar masyarakat beralih ke transportasi umum. Kesiapan itu pun perlu dijelaskan oleh Dinas Bina Marga DKI Jakarta.

“Harapan orang pakai motor, mobil tidak gunakan lagi. Sudah siapkan belum, agar orang itu tidak menggunakan mobil? Trotoar lebar jalan nikmat, kalau busway belum ada? Kan perlu dipikirkan,” ucap Ida.

Dinas Merga DKI memang berencana membangun dan merevitalisasi 31 trotoar, agar terintegrasi ke stasiun angkutan umum pada 2029.

Pembangunan trotoar diharapkan bisa membuat warga Jakarta beralih ke transportasi umum. Dalam Ingub (Ingub Nomor 66 Tahun 2019) itu (trotoar) ada 25 jalan protokol, arteri maupun penghubung. Namun akan mempersiapkan 31 jalan protokol, arteri dan penghubung lebih banyak untuk persiapan.

Lihat juga...