Sapi Madura, Antara Identitas Sosial dan Nilai Ekonomi
Potensi Ekonomi
Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, budidaya sapi merupakan salah satu potensi ekonomi yang harus dikembangkan lebih serius untuk menopang peningkatan ekonomi masyarakat Madura.
Sebab, selain Madura memang dikenal sebagai pulau sapi, masyarakat di pulau ini memang gemar memelihara sapi. Sapi seolah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Madura dan oleh karenanya, seni budaya tradisional yang berhubungan hewan ternak sapi itu, berkembang pesat dan menjadi jenis kesenian populer di Pulau Madura.
Namun, yang perlu diperhatikan dan dikembangkan ke depan adalah industrialisasi peternakan sapi. Ini penting dilakukan, agar sapi bisa menjadi penghasilan utama, dan bukan hanya sebatas usaha sambilan.
Bupati menilai, masih ada peluang yang bisa dikembangkan dengan kekurangan kebutuhan daging sapi nasional tersebut, yakni melalui investasi pembiakan, rumah potong hewan (RPH) modern dan pengolahan daging.
“Kebutuhan daging nasional kita itu sekitar 686.270 ton, atau kurang sekitar 256.280 ton, dan jika dilakukan intensifikasi sapi Madura secara maksimal, saya yakin, swasembada daging nasional kita akan terpenuhi, sehingga tidak perlu lagi melakukan impor daging,” katanya.
Untuk bisa mengembangkan nilai produksi dan budi daya ini, sambung mantan anggota DPRD Jatim ini, maka diperlukan adanya investor.
Peluang yang bisa dikembangkan dengan kekurangan kebutuhan daging sapi nasional tersebut, yakni melalui investasi pembiakan, rumah potong hewan (RPH) modern dan pengolahan daging.
Saat menyampaikan paparan tentang potensi ekonomi di Forum Bisnis Jatim, Baddrut memaparkan, jika nilai investasi sebesar Rp20 miliar, maka prospek keuntungan yang bisa diperoleh dari ternak sapi itu, maka bisa mencapai Rp46 miliar hingga Rp139 miliar lebih per tahun, dengan asumsi keuntungan Rp5 ribu per kilogram.
Identitas sosial
Selain memiliki potensi ekonomi…