Pemkab Bangkalan Menjamin Pendidikan Yatim Akibat COVID-19
PAMEKASAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan, Madura, Jawa Timur (Jatim), menjamin keberlangsungan pendidikan bagi anak yatim, yang ditinggal mati orang tuanya karena positif COVID-19.
“Selain menjamin keberlangsungan pendidikannya, pemkab juga menjamin biaya hidup dan kesehatannya,” kata Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron, Bangkalan, (21/8/2021)Minggu.
Bupati Imron menyebut, dirinya telah menginstruksikan kepada dinas terkait, di lingkungan Pemkab Bangkalan, yakni Dinas Sosial, untuk mendata anak yatim yang orang tuanya meninggal dunia akibat COVID-19 itu. “Saya secara pribadi juga minta ke masing-masing lurah dan kepala desa, untuk segera melaporkan apabila di desa atau kelurahan ada anak yatim akibat pandemi COVID-19 itu,” jelasnya.
Biaya pendidikan yang disediakan Pemkab Bangkalan adalah bagi anak yatim korban COVID-19 hingga lulus SMA. Termasuk biaya hidup sehari-hari, serta jaminan kesehatannya. Bupati menjelaskan, kebijakan menanggung biaya pendidikan, kesehatan dan biaya hidup sehari-hari bagi yatim yang ditinggal mati orang tuanya itu, diterapkan berdasarkan beberapa pertimbangan.
Selain pertimbangan kemanusiaan, juga karena pertimbangan ekonomi dan dampak psikologis yang diderita si-anak, apabila orang tuanya meninggal dunia. “Yang bersangkutan tentu akan sangat terpukul, apalagi menjadi yatim piatu, yakni ayah dan ibunya juga meninggal dunia,” tandasnya.
Penanganan biaya hidup bagi anak yatim korban COVID-19 itu nantinya melalui Dinas Sosial untuk biaya hidupnya, untuk beasiswa melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sedangkan jaminan kesehatan melalui Dinas Kesehatan Pemkab Bangkalan.
Sejumlah anggota DPRD Bangkalan mengapresiasi kebijakan Bupati Bangkalan, Abdul Latif Amin Imron, yang hendak menanggung biaya hidup, pendidikan dan kesehatan bagi anak yatim korban COVID-19 itu. Kalangan legislator menilai, selain sebagai bentuk kepedulian, kebijakan itu juga sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab pemimpin, atas dampak dari pandemi yang melanda Bangkalan. (Ant)