Pengelolaan Danau Kelimutu Diharap Beri Manfaat Warga Sekitar

Editor: Koko Triarko

ENDE – Danau Kelimutu yang menjadi salah satu daerah wisata yang sudah terkenal hingga mancanegara, harus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar atau daerah penyangga. Keberadaan Taman Nasional Kelimutu (TNK), pun diyakini bisa membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat sekitar.

“Namun sampai sekarang, pertumbuhan ekonomi masyarakat adat di daerah penyangga TNK memang belum maksimal,” kata ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga, Philipus Kami, Minggu (27/10/2019).

Dikatakan Lipus, sapaannya, danau Kelimutu sudah puluhan tahun terkenal sebagai salah satu destinasi populer di dunia, sehingga banyak wisatawan datang ke tempat ini.

Memang sejak ditetapkan menjadi salah satu taman nasional, kata dia, ada perubahan-perubahan dalam tata kelola yang mulai dirasakan masyarakat adat.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Nusa Bunga, saat ditemui pada Minggu (27/10/2019). -Foto: Ebed de Rosary

“Kolaborasi manajemen yang ada ini harus terus ditingkatkan, agar pertumbuhan ekonomi masyarakat adat dapat ditingkatkan,” ungkapnya.

Jika kolaborasi antara TNK dan masyarakat adat di sekitarnya berjalan dengan baik, tandas Lipus, maka perekonomian dan kesejahteraan masyarakat adat akan dapat meningkat.

Agus Sitepu, kepala TN Kelimutu mengatakan, saat ini TNK sedang melaksanakan program-program pemberdayaan untuk membantu masyarakat adat yang ada di sekitar kawasan.

Hal ini sesuai dengan visi TNK sebagai  kawasan konservasi berbasis ekowisata budaya yang berdayaguna bagi masyarakat.

“TNK memiliki misi mengembangkan ekowisata dengan tema budaya sejajar dengan alamnya. Juga memberdayakan masyarakat adat dan desa penyangga,” terangnya.

Saat ini, sebut Agus, sedang dikembangkan beberapa program yang bersentuhan dengan masyarakat adat yang ada di sekitar kawasan TNK.

Program peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang paling menyentuh, hanya bisa dilakukan dengan mengembangkan ekowisata. Masyarakat pun bisa langsung menerima dampak kunjungan wisatawan.

“Selain itu, kami juga membantu masyarakat membangun kembali tempat-tempat ritual adat, menghidupkan sanggar seni budaya dan wisata alam lainnya,” tuturnya.

TN Kelimutu, sambung Agus, juga membantu mempromosikan kampung adat agar tidak hanya TNK saja yang dikunjungi wisatawan, tetapi ada tempat wisata budaya yang sangat menarik lainnya untuk dikunjungi. Dan, wisata ini memang berada dalam satu paket kunjungan ke danau tiga warna Kelimutu.

“TNK terus mendorong masyarakat untuk menggali potensi yang ada di masyarakat sekitar, untuk mendapatkan dampak dari pariwisata,” pungkasnya.

Lihat juga...